"Selanjutnya para pelaku kami lakukan pembinaan dengan pemanggilan orang tua dan pihak sekola," terangnya.
Baca Juga: Tak Diundang Jokowi, Partai Demokrat 'Minta Bocoran' ke Cak Imin soal Pertemuan di Istana
Dalam kesempatan itu, Ade menyampaikan agar masyarakat ikut aktif mencegah terjadinya tawuran.
Pencegahan tawuran tersebut bisa dilakukan dengan partisipasi mulai dari RT dan RW.
"Kami minta para Ketua RW dan RT untuk lebih memperhatikan lingkungan warganya, jangan sampai ada kegiatan tawuran maupun kegiatan anarkis lainnya terjadi kembali," kata Ade.
Baca Juga: Polda Metro Jaya Buka Layanan SIM Keliling 4 Mei 2023, Segera Cek Lima Lokasi di Sini
Selain itu, orang tua juga punya peran besar untuk mengawasi anak-anaknya.
"Para orang tua untuk memperhatikan anak- anaknya yang pergi ke luar rumah jangan sampai melaksanakan kegiatan yang tidak baik terlebih dapat mencelakai orang lain," tambahnya.
Sebagaimana diketahui, telah terjadi aksi tawuran di Mampang, Jakarta Selatan pada Sabtu, 29 April 2023.
Baca Juga: Tak Ribet, Cara Isi Saldo E-toll atau e-money Pakai Bukalapak dan Tokopedia
Aksi tawuran tersebut terjadi di Jalan Tendean Raya, yang berlokasi di depan SPBU Vivo atau tempat cuci mobil.
Akibatnya, salah seorang berinisial LS (16) mengalami luka-luka.
Dari kejadian tersebut, delapan orang pelaku diamankan petugas.
Baca Juga: Simak Warna Baru Yamaha Gear 125 yang Harganya Rp18 Jutaan
Lebih lanjut, delapan orang pelaku tawuran di Mampang tersebut semuanya masih berstatus pelajar.***