Tampaknya, pendapat pribadi saat di luar negeri tidak tersemai dalam tanah yang subur sehingga tidak muncul.
Baca Juga: Moonbin ASTRO Dinyatakan Meninggal Dunia di Kediamannya, Fantagio Rilis Pernyataan Resmi
Syekh Yusuf Al Qardhawi dalam bukunya, Aṣ Ṣaḥwah al Islāmiyyah baina al Ikhtilāf al Masyrū’ wa at Tafarruq al Mażmūm, membagi perbedaan pendapat ke dalam dua kategori.
Pertama, perbedaan pendapat dengan latar belakang khuluqiyyah, latar belakang akhlak.
Kedua, perbedaan pendapat dengan latar belakang fikriyyah, murni sudut pandang pemikiran.
Perbedaan pertama sangat tercela. Ia lahir dari kesombongan, membanggakan diri, fanatik terhadap tokoh atau kelompok dan organisasi tertentu.
Untuk menghindarinya sangat dibutuhkan kerendahan hati.
Sementara perbedaan kedua lahir dari berbagai sudut pandang, kecenderungan berpikir dan orientasi diri.
Semoga perbedaan yang terjadi selama ini murni perbedaan fikriyyah, bukah khuluqiyyah.[3]
Mohon maaf, sekedar menyampaikan harapan-harapan. Semoga tidak semakin menambah kekeruhan.
Baca Juga: Perdana Menteri Arab Saudi Terima Presiden Palestina
Wallāhu a’lam bi aṣ ṣawāb.
[1] Mencoba mengingat-ingat memori masa lalu. Wallāhu a’lam.
[2] Lihat: Fatḥ al Mun’īm fī Syarḥ Ṣaḥīḥ Muslim, jilid 4, hal. 507.
وأولاً وأخيراً الناس ملزمون بحكم الحاكم، والحاكم مسئول أمام الله عن اجتهاده وحكمه، فإن استقر عنده صحة شهادة الشاهد المثبت حكم بثبوت الهلال وإن نفاه أهل الحساب، وإن استقر عنده صحة إثبات