SENAYAN POST - Presiden Joko Widodo (Jokowi) belum lama ini memberikan arahan terkait larangan buka puasa bersama di bulan Ramadhan 1444 Hijriah.
Tentu saja, larangan buka puasa bersama di bulan Ramadhan sebagaimana arahan Jokowi menjadi perbincangan banyak orang.
Ada yang menyebut Jokowi anti-Islam hingga melarang buka puasa bersama di bulan suci Ramadhan 1444 Hijriah.
Baca Juga: PBB Serukan Israel dan Palestina Kurangi Konflik selama Bulan Ramadhan
Menanggapi hal tersebut, Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas meluruskan adanya arahan dari Jokowi.
Yaqut menerangkan bahwa itu bukanlah larangan, tetapi berupa arahan presiden.
"Itu bukan larangan, tetapi arahan dari Presiden Jokowi karena melihat kondisi dan situasi," kata Yaqut Cholil Qoumas pada 24 Maret 2023, dikutip SenayanPost.com dari Antara.
Baca Juga: Timun Suri jadi Primadona untuk Menu Buka Puasa, Begini 3 Tips Memilihnya
"Kami sebagai anak buah ya pasti akan mengikuti arahan Presiden," tambahnya.
Menag Yaqut menampik bahwa Jokowi anti-Islam dengan memberikan arahan tersebut.
"Enggak kok, buka bersama saja kok. Enggak lah, Presiden sangat concern terhadap Islam. Presiden sangat perhatian dengan umat Islam," tegasnya.
Baca Juga: Alasan Kementerian Kesehatan Imbau Pegawainya tidak Lakukan Buka Puasa Bersama
Sementara itu, Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Yahya Cholil Staquf mengatakan bahwa ada baiknya ASN menggiatkan kegiatan berbagi makanan berbuka puasa.
"Kalau bagi-bagi kepada kaum fakir miskin saya kira itu penting," kata Yahya.