SENAYANPOST - Kehadiran Presiden Prabowo Subianto di Posko Pengungsian Lapangan Berdikari, Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), menjadi momentum bagi para pengungsi dan relawan untuk menyampaikan langsung kondisi serta harapan masyarakat setelah gempa bumi mengguncang wilayah tersebut.
Di tengah aktivitas penanganan bencana, mahasiswa Universitas Nusa Cendana (Undana) yang turun menjalankan misi kemanusiaan menilai respons pemerintah terhadap kebutuhan dasar masyarakat terdampak berlangsung cepat.
Angelo, mahasiswa Undana yang berada di Posko Lapangan Berdikari Nagekeo, mengatakan langkah penanganan terlihat dari berdirinya sejumlah posko hingga tersedianya kebutuhan bagi para pengungsi.
"Untuk penanganan dari pemerintah sendiri, seperti yang kami lihat, di sini pemerintah sudah cukup cepat mengambil tindakan. Seperti mendirikan posko bencana seperti ini," kata Angelo, Rabu (26/8).
Baca Juga: Ahli Seismolog: Ribuan Gempa Susulan di Flores Bukan Tanda Gempa Besar Akan Datang Lagi
Menurut dia, posko penanganan tidak hanya terdapat di satu lokasi.
Berdasarkan informasi yang diterimanya dari masyarakat serta pengamatan selama berada di lapangan, sejumlah titik pengungsian juga telah disiapkan.
"Sebelumnya saya dengar-dengar dari warga katanya ada juga posko di salah satu tempat di dekat gereja. Lalu di masjid juga kami lihat ada beberapa posko yang dibangun. Seperti itu," ujarnya.
Angelo bersama mahasiswa lainnya telah berada di lokasi selama sekitar dua hari.
Selama berada di Posko Lapangan Berdikari, dia melihat langsung distribusi bantuan kepada masyarakat terdampak.
Baca Juga: Daryono Jelaskan Mengapa Gempa M7,7 NTT Picu Ribuan Gempa Susulan
Menurut Angelo, keterlibatan TNI, Polri, dan pemerintah daerah membuat kebutuhan dasar masyarakat di posko, terutama makanan dan air bersih, dapat terpenuhi.
"Jadi tanggapan kami setelah kami sampai langsung ke posko, kami melihat bahwa di sini pengungsinya sudah mendapatkan bantuan yang cukup dari TNI, Polri, maupun pemerintah setempat," katanya.