SENAYANPOST - Gempa bumi bermagnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu (15/8/2026) memicu ribuan gempa susulan.
Ahli mitigasi bencana yang juga mantan Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Daryono Perwira Sakti menjelaskan fenomena tersebut dari sisi seismologi.
Menurut Daryono, gempa utama berkekuatan besar seperti gempa M7,7 yang dipicu reaktivasi Flores Back-Arc Thrust dapat mengubah distribusi tegangan di sekitar sumber gempa.
Ia menjelaskan perubahan tersebut mencakup tegangan Coulomb, yakni perubahan pada tegangan geser dan tegangan normal di sekitar zona sumber gempa.
Baca Juga: Wapres Gibran Tekankan Penanganan Gempa NTT Harus Cepat dan Menjangkau Seluruh Warga
"Secara seismologis, gempa utama (mainshock) bermagnitudo besar seperti gempa M7,7 akibat reaktivasi Flores Back-Arc Thrust dapat menyebabkan redistribusi tegangan di sekitar sumber gempa," kata Daryono pada 20 Agustus 2026, dikutip SenayanPost.com dari X @daryono_eq_talk.
Menurut dia, perubahan tegangan tersebut dapat memicu kegagalan pada sejumlah segmen sesar lain yang sebelumnya sudah berada dalam kondisi mendekati kritis.
Kondisi itu kemudian dapat menghasilkan rangkaian gempa susulan dalam jumlah besar.
"Perubahan tegangan Coulomb, yang mencakup perubahan tegangan geser dan tegangan normal, dapat memicu kegagalan pada segmen-segmen sesar yang telah berada dekat kondisi kritis sehingga menghasilkan ribuan gempa susulan," ujarnya.
Aktivitas Gempa Susulan Berangsur Menurun
Daryono menjelaskan aktivitas gempa susulan pada umumnya mengalami penurunan seiring berjalannya waktu. Pola tersebut dikenal dalam seismologi sebagai Omori-Utsu, yang menggambarkan peluruhan aktivitas gempa susulan secara nonlinier setelah gempa utama.
Namun, proses tersebut tidak hanya dipengaruhi oleh redistribusi tegangan.
Artikel Terkait
Sama-sama jadi Korban Gempa NTT, Pemilik Toko Ini Gratiskan Susu hingga Popok Bayi untuk Warga
Hari Kelima Pascabencana Gempa Bumi, Pemerintah Kirim 253 Ton Bantuan Logistik ke NTT
NTT Pasca Gempa: Seskab Teddy Kawal Pemberangkatan Bantuan Logistik Sebanyak 65 Ton
Jalankan Instruksi Presiden Seskab Teddy Pimpin Pelepasan Lima Pesawat TNI AU Bawa Bantuan 65 Ton Untuk Korban Gempa di NTT
Wapres Gibran Tekankan Penanganan Gempa NTT Harus Cepat dan Menjangkau Seluruh Warga