Mensesneg Bantah Haji Isam Ditunjuk Prabowo Jadi Koordinator Penanganan Karhutla di Kalimantan

photo author
Amila Y F, Senayan Post
- Minggu, 23 Agustus 2026 | 22:35 WIB
Mensesneg Prasetyo Hadi membantah Presiden Prabowo Subianto menunjuk Haji Isam jadi koordinator penanganan karhutla di Kalimantan. (Instagram.com/@kemensetneg.ri)
Mensesneg Prasetyo Hadi membantah Presiden Prabowo Subianto menunjuk Haji Isam jadi koordinator penanganan karhutla di Kalimantan. (Instagram.com/@kemensetneg.ri)

SENAYANPOST - Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi membantah kabar yang menyebut pengusaha Andi Syamsuddin Arsyad atau Haji Isam ditunjuk Presiden Prabowo Subianto sebagai koordinator penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan.

"Tidak ada, tidak benar itu," kata Prasetyo menjawab pertanyaan wartawan seusai menghadiri akad nikah Kepala Sekretaris Pribadi Presiden Prabowo Subianto, Rizky Irmansyah dan Chika Yenalovi di JCC, Senayan, Jakarta, Minggu, dikutip SenayanPost.com dari Antara.

Prasetyo menyampaikan bantahan tersebut merespons kabar yang beredar di media sosial mengenai penunjukan Haji Isam untuk memimpin operasi penanganan karhutla di wilayah Kalimantan.

Menurut dia, pemerintah memang meminta seluruh pihak turut membantu penanganan karhutla yang terjadi di sejumlah wilayah Sumatera dan Kalimantan.

Baca Juga: Seskab Teddy Sebut Pemerintah Perkuat Penanganan Karhutla di Kalteng, Empat Helikopter Dikerahkan untuk Water Bombing

Namun, tidak ada penunjukan Haji Isam sebagai koordinator operasi.

"Bahwa semua pihak diminta ikut membantu, iya, tetapi kalau menjadi koordinator itu tidak, karena kewenangannya bukan di situ," ujarnya.

Pemerintah Kerahkan Ribuan Personel

Prasetyo mengatakan pemerintah pusat telah menunjuk sejumlah pejabat setingkat menteri untuk menangani karhutla di sejumlah wilayah yang menjadi prioritas.

Pemerintah juga terus meningkatkan upaya pengendalian karhutla di Sumatera dan Kalimantan dengan mengerahkan 12.880 personel untuk pemadaman, operasi modifikasi cuaca (OMC), serta pemantauan kualitas udara.

Sebanyak enam provinsi ditetapkan sebagai wilayah prioritas karena dinilai rawan karhutla.

Keenam wilayah tersebut yakni Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan.

Baca Juga: Prabowo Turun Langsung ke Lokasi Karhutla Kubu Raya di Kalimantan Barat, Kawal Penanganan Agar Berjalan Cepat

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Amila Y F

Sumber: Antara

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X