SENAYANPOST - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menyebut bahwa Makan Bergizi Gratis (MBG) adalah program unggulan Presiden Prabowo Subianto, sehingga tidak bisa dihapus.
Namun, Purbaya menyebut bahwa program tersebut akan terus dilakukan perbaikan dalam pelaksanaan di lapangan.
Ia juga mengakui bahwa program tersebut masih ada kekurangan, sehingga efisiensi pun dilakukan terhadap program di bawah naungan Badan Gizi Nasional (BGN) tersebut.
"MBG program unggulan Bapak Presiden, kita enggak bisa hapus. Tapi yang paling kita jalankan adalah membuat itu lebih efisien karena MBG itu juga program yang bagus sebetulnya," Purbaya saat menjadi bintang tamu di podcast Denny Sumargo, dikutip pada Jumat, 3 Juli 2026.
Baca Juga: Tersangka Kasus Korupsi MBG Lodewyk Pusung Ajukan Praperadilan, Begini Tanggapan Kejagung
"Jadi, dengan itu, orang yang susah bisa terbantu. Hanya saja pelaksanaannya banyak bolongnya kemarin, sekarang sedang diperbaiki," lanjutnya.
'Mata-mata' Kemenkeu Awasi SPPG
Lebih lanjut, Purbaya menjelaskan bahwa pengawasan juga dilakukan kepada setiap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk MBG.
"Sekarang saya buat di daerah-daerah DJPb, untuk perbendaharaan negara, untuk mengawasi SPPG secara reguler," ungkap Purbaya.
"Nanti, mereka laporan ke saya dan yang jelek-jelek saya laporkan ke BGN untuk diambil tindakan. Nah, kalau saat seperti itu tidak diambil tindakan, baru saya bisa potong anggarannya," jelasnya.
Purbaya, menegaskan bahwa program MBG masih baru, sehingga masih memiliki kelemahan untuk selanjutnya diperbaiki.
Baca Juga: Kejagung Ungkap Dugaan Keterlibatan Kolonel TNI dalam Kasus Korupsi MBG, Status Masih Saksi
"Jadi, enggak apa-apa. Itu program yang bagus, kita jalankan ke depan, yang penting pelaksanaannya lebih ketat, lebih dimonitor," sambungnya.