Pihak pejabat DPRD Cirebon itu tampak melempar persoalan ke pegawai tim media digital yang dituding sebagai pelaku sebenarnya, bukan Nana Kencawati.
Dalam penuturannya, Nana menjelaskan, saat komentar tersebut ditulis, akun Instagram pribadinya sedang digunakan oleh tim media yang biasa membantu mengelola aktivitas media sosial.
"Kebetulan saat membuka Instagram, tim media saya yang menggunakan akun dan saat itu komentar tersebut ditulis secara spontan," ungkap Nana.
Nana mengungkap, dirinya mendapat banyak telepon pada malam hari, saat komentar tak etis itu beredar di medsos.
Wakil Ketua DPRD Cirebon itu lantas mengakui, keterbatasan dalam menggunakan teknologi membuatnya tidak langsung menyadari reaksi publik.
"Saya tahunya setelah malam banyak yang telepon. Karena saya gaptek, sementara tim media tinggal di Kota Cirebon," beber Nana.
"Jadi baru bisa melihat postingan dan komentar-komentarnya pada malam hari," tandasnya.***