Kontroversi Pejabat DPRD Cirebon: Bermula dari Komentar 'Gembrot' ke Ibu-ibu Pendemo yang Tolak MBG

photo author
Hanggi Martyas Laksono, Senayan Post
- Jumat, 19 Juni 2026 | 07:35 WIB
Menyoroti kontroversi komentar pejabat DPRD Cirebon, Nana Kencanawati yang dinilai tak etis terhadap peserta aksi demonstrasi (Instagram.com/@nowdots)
Menyoroti kontroversi komentar pejabat DPRD Cirebon, Nana Kencanawati yang dinilai tak etis terhadap peserta aksi demonstrasi (Instagram.com/@nowdots)

SENAYANPOST - Sebagian publik di media sosial tengah ramai menyoroti skandal komentar tak etis yang diutarakan Wakil Ketua DPRD Kabupaten Cirebon, Nana Kencanawati terhadap peserta demonstrasi.

Sebelumnya, Nana mendapat kecaman publik setelah berkomentar 'gembrot' terhadap seorang ibu-ibu pendemo melalui akun Instagram pribadinya, @nanakencanawati.

Diketahui, ibu-ibu tersebut merupakan salah satu peserta demonstrasi yang menolak program Makan Bergizi Gratis (MBG) saat digelar di depan Gedung DPRD Cirebon, pada Senin, 15 Juni 2026.

"Lagian siapa yang mau ngasih makan? Sudah, Gembrot!" demikian komentar Nana melalui akun Instagram resminya.

Baca Juga: Usai Viral Ketahuan Main Game dan Merokok saat Rapat, Anggota DPRD Jember Kini Terima Akibatnya

Komentar tak etis yang diutarakan sang pejabat itu, lantas viral usai beredar luas di jagat media sosial.

Terlebih, sebagian kalangan menilai komentar Nana itu sebagai sikap yang mempermalukan bentuk tubuh alias body shaming, sehingga tak etis apabila diutarakan dari seorang pejabat publik.

Kini, pihak Nana Kencanawati telah angkat bicara atas viralnya komentar tersebut.

Melalui pernyataan resminya, Wakil Ketua DPRD Cirebon itu tampak menyampaikan permintaan maaf ke publik.

"Saya menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada ibu yang bersangkutan," tulis Nana dikutip dalam keterangannya.

"(Dan) keluarga, serta seluruh masyarakat atas komentar yang saya tuliskan di media sosial," bebernya.

Nana mengakui, komentar tersebut tidak mencerminkan sikap yang seharusnya ditunjukkan sebagai pejabat publik.

"Komentar tersebut tidak tepat, tidak mencerminkan sikap yang seharusnya saya tunjukkan dan telah menimbulkan ketidaknyamanan serta ketersinggungan bagi banyak pihak," ungkapnya.

Setelah mengutarakan permohonan maaf, pihak Nana juga mengungkap awal mula adanya komentar tersebut.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Hanggi Martyas Laksono

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X