SENAYANPOST - Sebagian publik di media sosial tengah ramai menyoroti skandal komentar tak etis yang diutarakan Wakil Ketua DPRD Kabupaten Cirebon, Nana Kencanawati terhadap peserta demonstrasi.
Sebelumnya, Nana mendapat kecaman publik setelah berkomentar 'gembrot' terhadap seorang ibu-ibu pendemo melalui akun Instagram pribadinya, @nanakencanawati.
Diketahui, ibu-ibu tersebut merupakan salah satu peserta demonstrasi yang menolak program Makan Bergizi Gratis (MBG) saat digelar di depan Gedung DPRD Cirebon, pada Senin, 15 Juni 2026.
"Lagian siapa yang mau ngasih makan? Sudah, Gembrot!" demikian komentar Nana melalui akun Instagram resminya.
Baca Juga: Usai Viral Ketahuan Main Game dan Merokok saat Rapat, Anggota DPRD Jember Kini Terima Akibatnya
Komentar tak etis yang diutarakan sang pejabat itu, lantas viral usai beredar luas di jagat media sosial.
Terlebih, sebagian kalangan menilai komentar Nana itu sebagai sikap yang mempermalukan bentuk tubuh alias body shaming, sehingga tak etis apabila diutarakan dari seorang pejabat publik.
Kini, pihak Nana Kencanawati telah angkat bicara atas viralnya komentar tersebut.
Melalui pernyataan resminya, Wakil Ketua DPRD Cirebon itu tampak menyampaikan permintaan maaf ke publik.
"Saya menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada ibu yang bersangkutan," tulis Nana dikutip dalam keterangannya.
"(Dan) keluarga, serta seluruh masyarakat atas komentar yang saya tuliskan di media sosial," bebernya.
Nana mengakui, komentar tersebut tidak mencerminkan sikap yang seharusnya ditunjukkan sebagai pejabat publik.
"Komentar tersebut tidak tepat, tidak mencerminkan sikap yang seharusnya saya tunjukkan dan telah menimbulkan ketidaknyamanan serta ketersinggungan bagi banyak pihak," ungkapnya.
Setelah mengutarakan permohonan maaf, pihak Nana juga mengungkap awal mula adanya komentar tersebut.
Artikel Terkait
Diduga Hengki Pengki Rugikan Negara 70 Miliar, Eks Pimpinan DPRD OKU, YPN CS Dilaporkan ke Kejagung Atas Dugaan Mafia Tanah dan Perkebunan Sawit
Pramono Anung Buka Suara soal Tunjangan Rumah Rp70 Juta per Bulan untuk Anggota DPRD DKI Jakarta
Mencuat Lagi Usulan Kepala Daerah Dipilih DPRD, Hasto Kristiyanto: PDI Perjuangan Bakal Lakukan Kajian
Dua Tahun Kasus Dugaan Korupsi Workshop Wawasan Kebangsaan Anggota DPRD Jatim Zeiniye, Ini Harapan Pelapor Khusus untuk Penyidik KPK
Usai Viral Ketahuan Main Game dan Merokok saat Rapat, Anggota DPRD Jember Kini Terima Akibatnya