nasional

Perkiraan Intelijen Strategis (Perang Israel–AS Melawan Iran Menuju Fase Akhir)

Jumat, 6 Maret 2026 | 10:47 WIB
AM Hendropriyono (Dok. Senayan Post)

Apabila indikator-indikator tersebut muncul secara bersamaan, maka kemungkinan besar konflik akan bergerak menuju fase de-eskalasi.

Kesimpulan
Berdasarkan indikator-indikator strategis tersebut dapat diperkirakan, bahwa konflik antara Israel–Amerika Serikat dengan Iran memiliki kecenderungan untuk memasuki fase akhir operasi militer terbuka.

Meskipun demikian, berakhirnya fase perang konvensional tidak selalu berarti berakhirnya konflik secara keseluruhan.

Dalam banyak kasus, konflik dapat berlanjut dalam bentuk perang proksi, operasi asimetris, tekanan politik dan ekonomi.

Dengan demikian maka tantangan utama bagi komunitas internasional adalah memastikan bahwa penghentian perang tidak hanya bersifat sementara, tetapi benar-benar membuka jalan menuju stabilitas regional dan perdamaian yang berkelanjutan.

*Kepala Badan Intelijen Negara RI (2001-2004).

Catatan Kaki (Referensi):
1. Anthony H. Cordesman, Iran’s Military Forces and Warfighting Capabilities, Center for Strategic and International Studies (CSIS), Washington DC, 2021.

2. Kenneth M. Pollack, The Persian Puzzle: The Conflict Between Iran and America, Random House, New York, 2004.

3. Martin van Creveld, Command in War, Harvard University Press, Cambridge, 1985.

4. Carl von Clausewitz, On War, Princeton University Press, Princeton, 1976.

5. Lawrence Freedman, Strategy: A History, Oxford University Press, Oxford, 2013.
6. U.S. Department of Defense, Joint Publication 3-0: Joint Operations, Washington DC.

7. International Institute for Strategic Studies, The Military Balance, London.(*)

Halaman:

Tags

Terkini