Dengan demikian, serangan balasan tersebut tidak selalu mencerminkan kemampuan strategis baru, melainkan inertia dari rencana operasi yang sudah ada sebelumnya.
3. Kesulitan Koordinasi Operasi Militer.
Dalam doktrin perang modern, operasi militer yang efektif menuntut koordinasi simultan antara gerakan pasukan, dukungan tembakan, logistik dan komunikasi.
Apabila sistem komando terganggu, maka masing-masing unsur militer cenderung memprioritaskan keselamatan unitnya sendiri, mengambil keputusan taktis secara lokal sehingga mengurangi koordinasi dengan unsur lain.
Kondisi demikian menghasilkan fragmentasi operasi militer, yang pada akhirnya mengurangi efektivitas perang secara keseluruhan.
4. Menurunnya Dukungan Rakyat
Setiap perang memiliki dimensi politik dan sosial, karenanya Carl von Clausewitz menyatakan bahwa perang merupakan kelanjutan politik dengan cara lain, sehingga legitimasi politik dan dukungan rakyat menjadi faktor penting dalam keberlanjutan perang.
Apabila sebuah negara mengalami tekanan ekonomi berat, kepemimpinan yang terlalu lama dan kesulitan sosial yang berkepanjangan, maka dukungan rakyat terhadap perang biasanya akan menurun.
Dalam kondisi demikian, masyarakat sering kali lebih menginginkan penghentian penderitaan dan pemulihan stabilitas daripada kemenangan militer yang tidak pasti.
5. Tujuan Akhir Perang: Kemenangan atau Perdamaian
Secara klasik, tujuan perang adalah mencapai kemenangan strategis namun dalam praktik modern, kemenangan sering kali berarti memaksa pihak lawan menerima penghentian perang dalam kondisi tertentu.
Apabila kedua pihak telah mencapai titik di mana biaya perang terlalu tinggi, kerusakan militer signifikan, tekanan internasional meningkat, maka perang biasanya bergerak menuju perundingan atau penghentian konflik.
Dalam konteks konflik Israel–Iran, tekanan internasional untuk menghindari eskalasi regional yang lebih luas juga menjadi faktor penting yang mendorong pencarian solusi diplomatik.
6. Indikator Intelijen Bahwa Perang Mendekati Akhir
Analisis intelijen strategis mendapatkan beberapa indikator yang menunjukkan bahwa perang akan segera memasuki fase akhir, dengan adanya degradasi sistem komando dan kendali, dominasi udara oleh salah satu pihak, menurunnya koordinasi operasi militer, meningkatnya tekanan ekonomi dan sosial dan meningkatnya tekanan diplomatik internasional.