Ali mengatakan, hingga kini proses pencarian masih berlangsung.
"Saat ini sudah ditemukan baru empat personel dalam kondisi meninggal dunia dan lain belum ditemukan, masih diadakan upaya pencarian terus," terangnya.
Kegiatan Latihan Pratugas di Cisarua
Ali menuturkan, sebanyak 23 anggota Marinir menjadi korban longsor di Cisarua.
Selain itu, ia mengatakan para prajurit tersebut berada di Cisarua untuk latihan pratugas.
"Karena mereka sedang melaksanakan latihan pratugas untuk dikirim ke melaksanakan pengamanan perbatasan RI-PNG (Papua Nugini)," tutur Ali.
"(Hal itu) memang dilaksanakan latihan di sana," tambahnya.
Baca Juga: Aceh Belum Pulih, Ratusan Titik Longsor Masih Hantui Takengon
Proses Evakuasi Masih Berlangsung
Ali memastikan, proses pencarian terhadap korban masih terus dilakukan. Prajurit yang hilang akibat longsor di Cisarua terus dicari oleh pihaknya.
"Saat ini sudah ditemukan baru empat personel dalam kondisi meninggal dunia dan lain belum ditemukan, masih diadakan upaya pencarian terus," ujarnya.
Ali kemudian menyebutkan, alat berat belum dapat memasuki kawasan bencana longsor.
Hal tersebut disebabkan kendala cuaca dan akses menuju lokasi bencana di Cisarua, Bandung Barat.
"Alat berat memang belum bisa masuk, karena kondisi cuaca dan jalan yang kecil," jelas Ali.
"Tapi ini akan kita laksanakan pencarian dengan teknologi dengan drone dan thermal dan anjing pelacak," tandasnya.***