SENAYANPOST - Keanggotaan Indonesia dalam Board of Peace for Gaza menjadi sorotan banyak pihak, tak terkecuali mantan Wakil Menteri Luar Negeri Dino Patti Djalal.
Sebelumnya, Dino menyampaikan setidaknya sembilan poin terkait keanggotaan Indonesia dalam Board of Peace for Gaza yang diusulkan oleh Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.
Diketahui, Indonesia merupakan salah satu anggota pendiri dari Dewan Perdamaian tersebut.
Dino bertanya apakah Indonesia ikut merumuskan piagam yang diusulkan AS untuk mengakhiri perang di Gaza.
Baca Juga: Delegasi TNI AL Bawa 'Oleh-oleh' dari Qatar, Ini Penjelasan Kolonel Arh Tengku Sony Sonatha
"Satu pertanyaan tambahan untuk Menlu Sugiono mengenai Indonesia sebagai anggota pendiri charter Board of Peace, apakah beliau ikut merumuskan charter Board of Peace di Davos atau Indonesia hanya terima jadi dan tanda tangan? Perlu untuk arsip sejarah," tulis Dino Patti Djalal lewat akun X pribadinya pada 24 Januari 2026, dikutip SenayanPost.com.
Di cuitan berbeda, Dino juga mempertanyakan apakah Board of Peace ini menggantikan peran PBB untuk menyelesaikan konflik Israel dan Palestina.
Sementara itu, Menlu Sugiono menegaskan bahwa pembentukan badan ini tidak akan menggantikan PBB.
"Apakah ini akan menggantikan PBB? tentu saja tidak," kata Sugiono dalam keterangannya di Bad Ragaz, Swiss, pada 23 Januari 2026, dikutip SenayanPost.com dari Antara.
Sugiono menjelaskan bahwa Dewan Perdamaian ini adalah badan untuk menciptakan perdamaian dan stabilitas di Jalur Gaza.
Baca Juga: Kolonel Arh Tengku Sony Sonatha Yakin DIMDEX Dapat Tingkatkan Teknologi Militer Maritim Indonesia
"Badan ini tidak ditujukan untuk menggantikan PBB. Ini adalah suatu badan internasional, yang lahir dari kepedulian untuk menciptakan perdamaian dan stabilitas khususnya di Gaza," ungkapnya.
Dengan berbagai pertimbangan, akhirnya Indonesia ikut turut menjadi anggotanya.
"Dan karena itu upaya-upaya ini kita harus ikut, Indonesia memutuskan untuk bergabung," kata Sugiono.