nasional

Wapres Ma'ruf Amin Serukan Asia Timur Segera Akui Negara Palestina di KTT ASEAN

Minggu, 13 Oktober 2024 | 18:13 WIB
Wakil Presiden RI KH Ma'ruf Amin ajak negara-negara Asia Timur untuk segera akui negara Palestina dalam KTT ASEAN di Laos. (Instagram.com/@kyai_marufamin)

SENAYANPOST - Wakil Presiden RI, KH Ma'ruf Amin kembali menyerukan agar negara-negara di Asia Timur untuk segera mengakui negara Palestina.

Hal tersebut disampaikan Ma'ruf Amin dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN di Vientiane, Laos belum lama ini.

Berbicara dalam forum ASEAN, Ma'ruf Amin menegaskan bahwa konflik di Timur Tengah akan memunculkan konflik baru di daerah lainnya.

"Sebagai pemimpin, kita harus bersikap dan berpihak pada hukum internasional dan kemanusiaan. Jangan tebang pilih dalam menerapkan hukum internasional. Kalau terus begini, saya khawatir akan muncul banyak konflik baru," kata Ma'ruf Amin pada 12 Oktober 2024, dikutip SenayanPost.com dari Anadolu Agency.

Baca Juga: Aturan Main Baru di Dinamika Geopolitik Timur Tengah

Dengan begitu, tidak ada waktu yang lebih tepat untuk mengakui negara Palestina saat ini.

Tidak sedikit negara-negara di belahan dunia yang memutus hubungan diplomatik dengan Israel penjajah karena aksi genosidanya di tanah Palestina.

Terbaru, Nikaragua memutus hubungan diplomatik dengan Israel karena pembantaian di Gaza yang sudah berlangsung selama lebih dari satu tahun.

Sebagaimana diketahui, beberapa negara di Asia Timur masih mempertimbangkan pengakuan negara Palestina.

"(Oleh karena itu), saya desak negara-negara yang belum mengakui Palestina untuk segera mengakuinya," tegasnya.

Baca Juga: انتقال القيادة الوطنية من الرئيس جوكو ويدودو إلى الرئيس فرابووُ سوبيانتو

Ia menegaskan hukum internasional harus dipatuhi semua orang, tanpa kecuali.

Jumlah negara yang mengakui Palestina kini mencapai 146 menyusul keputusan Spanyol, Norwegia, Irlandia, Slovenia, Armenia, Bahama, Trinidad dan Tobago, Jamaika, dan Barbados.

Israel terus melancarkan serangan brutal di Gaza menyusul serangan lintas perbatasan oleh kelompok perlawanan Palestina, Hamas, Oktober lalu, meskipun ada resolusi Dewan Keamanan PBB yang menyerukan gencatan senjata segera.

Halaman:

Tags

Terkini