nasional

Opini: Dari Film Bloody Nickel The Series (Membuka Kedok Hilirisasi Mantra Jokowi)

Rabu, 17 Juli 2024 | 19:38 WIB
Film Bloody Nickel The Series

Perizinan dipermudah, analisis dampak lingkungan asal-asalan. Yang penting investor masuk. Dan hilirisasi bijih nikel lancar jaya!

Baca Juga: Terjemahan Lirik Lagu XO Only If You Say Yes dari Enhypen

Jokowi menyatakan, hilirisasi nikel sangat menguntungkan negara dan meningkatkan perekonomian nasional.

Sebelum ada hilirisasi pada periode tahun 2017-2018, dalam catatan Kementerian Investasi, lanjut Jokowi, nilai ekspor bijih nikel Indonesia hanya senilai US$ 3,3 miliar atau Rp50-an triliun.

“Tapi begitu smelter dibangun ekspor kita mencapai Rp 500 triliun,” tandas Jokowi dalam acara Pembukaan Muktamar XX Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah, disiarkan langsung lewat YouTube tvMU Channel, dikutip Sabtu 2 Maret 2024.

Jokowi juga menjelaskan bahwa, naiknya nilai ekspor nikel hasil hilirisasi tak hanya menguntungkan perusahaan saja, tapi juga negara.

Baca Juga: Apakah PBNU Bakal Sanksi 5 Nahdliyin yang Temui Presiden Israel? Ini Penjelasannya

Misalnya dari pajak perusahaan, pajak penghasilan karyawan, hingga Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP).

Untung duit dari Hongkong? Timpal Faisal Basri, ekonomi kritis yang mencul di film Bloody Nickel, menanggapi sesumbar Jokowi yang aduhai tersebut.

Faisal menyatakan, Jokowi bohong soal keuntungan negara dan peningkatan ekonomi nasional dari hilirisasi nikel.

Menurut Faisal, keuntungan dari hilirisasi hanya dinikmati oleh Cina. Hampir semua investor di tambang nikel dan smelter berasal dari Cina.

Baca Juga: Fakta Baru Thomas Matthew Crooks, Penembak Donald Trump saat Kampanye di Pennsylvania

Jika pun ada investor nasional (baca oligarki), hampir dapat dipastikan kerjasama dengan Cina.

"Siapa yang menikmati nikel? Pengusaha, 100% Tiongkok, labanya ya 100% ke Tiongkok, teknologi 100% Tiongkok, paten fee lari ke Tiongkok, modalnya dari Bank di China, 100% bunganya lari ke China. Tinggal PBB (pajak bumi dan bangunan), tanya PBB berapa? hanya Rp 1 - 2 miliar," kata Faisal. Wow.

Betul, seperti kata Jokowi, ada tenaga kerja Indonesia (TKI) di penambangan dan smelter. Itu artinya mengurangi pengangguran.

Halaman:

Tags

Terkini