Trisno Sutanto sejak tahun 2014, selalu intens berkomunikasi dengan saya, terutama di WA japri, ataupun WAG Ciputat Grup, Esoterika dan Satupena.
Sayup- sayup saya mendengar ia acapkali sakit karena asam lambung dan asam urat. Namun jika jumpa tatap muka ataupun di japri WA, ia tak pernah cerita langsung.
Selamat jalan, teman. Isu keberagaman, kebebasan dan kesetaraan yang bro Trisno hayati sebagai life calling, akan terus hidup. Akan terus kami nyala- nyalakan. Selamat jalan sang pejuang.***