nasional

Opini: Kisah Yahudi yang Ingin Berterima Kasih, Keberagaman Agama dan Trisno Sutanto

Senin, 1 April 2024 | 17:20 WIB
(Senayan Post)

Ketiga: Retribusi. Keberagaman ini membawa kepada kepentingan publik bersama.

100 persen saya setuju dengan pandangan ini. Tapi masalahnya bagaimana mewujudkan itu. Atau lebih mendasar lagi, sekarang kita ada di tahap mana dalam rangka menuju politik kebhinekaan yang ideal itu.

Baca Juga: Lirik Lagu Magnetic dari Girlband Korea ILLIT: Baby, I'm Just Trying to Play It Cool

Inilah topik penting yang belum dieksplor dalam 30 esai Trisno, plus prolog, plus epilognya.

Ada 4 tahap politik keberagaman. Ini modifikasi dari kategorisasi tahap pertumbuhan demokrasi.

1. Tahap puncak: Full demokrasi. Hak asasi manusia sepenuhnya dilindungi. Kebhinekaan terjamin.

2. Tapi half democracy: Iliberap democracy. Demokrasi politik terjamin. Tapi kulturnya belum liberal. Persekusi atas minoritas masih terjadi.

3. Tahap sistem campuran. Dalam tahap ini, Demokrasi politikpun belum terjamin. Sudah ada pemilu tapi hasilnya bisa diatur.

4. Tahap totalitarisme. Ini demokrasi sama sekali tak ada. Oposisi bahkan bisa dibunuh.

Indonesia ada di tahap kedua: tahap demokrasi yang masih separuh. Politik kebhinekaan kita ada pada phase iliberal democracy, demokrasi yang tak liberal. Perlindungan pada hak asasi manusia belum penuh.

Kondisi keberagaman sudah lumayan di tingkat konstitusi. Tapi masih problem di tingkat eksekusi. Misalnya masih terjadi persekusi atas shiah, ahmadiah. Juga masih banyak hate speech atas kaum sekuler, liberalis, pluralis.

Di tahap ini, terapinya negara harus lebih hadir memberi perlindungan, menjamin keberagaman. Dan negara harus pula tegas kepada pihak yang acap menyatakan hate speech.

Mungkin perlu waktu 10-30 tahun lagi bagu indonesia untuk tumbuh menjadi demokrasi yang penuh (tahap puncak). Saat itulah politik kebhinekaan lebih terjamin.

Dari sekarang sampai 10-30 tahun mendatang, kita masih perlu berjuang agar terpilih dan terbentuk pemerintahan yang lebih hadir melindungi keberagaman.

-000-

Halaman:

Tags

Terkini