Film berjudul: Shindler’s List (1994), The Pianist (2002), Defiance (2009), sedikit banyak juga memiliki cerita yang sama. Dan sang penyelamat itu kemudian diberi penghargaan yang tinggi sekali dari pemerintah Israel.
Mereka disebut sebagai pahlawan kemanusiaan. Sampai hari ini, anak dan cucu dan cicit dari komunitas Yahudi, yang diselamatkan oleh Schindler masih berkumpul setiap tahun. Kadang bersama mereka mengunjungi makam Schindler.
Baca Juga: Opini: Kebhinekaan untuk Kemanusiaan
Oskar Schindler, seorang pengusaha Jerman, menyelamatkan lebih dari 1.000 orang Yahudi dari Holocaust dengan mempekerjakan mereka di pabriknya di Krakow, Polandia. Dia menggunakan kekayaan dan pengaruhnya untuk melindungi mereka dari deportasi dan kematian di kamp konsentrasi.
Orang-orang yang diselamatkan Schindler dikenal sebagai "Schindlerjuden" (Orang Yahudi Schindler). Mereka berasal dari berbagai latar belakang, termasuk keluarga, profesional, dan orang tua dengan anak-anak. Schindler membantu mereka membangun komunitas di dalam pabrik, dengan menyediakan tempat tinggal, makanan, dan layanan keagamaan.
Schindler menggunakan berbagai cara untuk melindungi Schindlerjuden. Dia memalsukan dokumen, menyuap pejabat Nazi. Dia juga menyediakan tempat berlindung bagi mereka yang melarikan diri dari kamp konsentrasi.
Tindakan Schindler memiliki dampak yang luar biasa pada kehidupan orang-orang yang dia selamatkan. Mereka dapat membangun kehidupan baru setelah perang, dan banyak yang memiliki anak dan cucu. Schindlerjuden masih berkumpul setiap tahun untuk menghormati Schindler dan mengenangnya.
Baca Juga: Malaysia Kehilangan Rp126 Miliar karena Jalan Tol Gratis untuk Mudik, Indonesia Berani Tidak?
Pemerintah Israel memberikan penghargaan "Righteous Among the Nations" kepada orang luar yang menyelamatkan orang Yahudi selama Holocaust. Penghargaan ini termasuk medali dan sertifikat, dan penerima diabadikan di Yad Vashem, museum Holocaust di Yerusalem.
Saya tanya pada Trisno. “Bro, pembantu ini dicari dalam rangka apa?” Jawab Trsno, “ia akan diberi penghargaan oleh pemerintah Israel. Juga memorinya diperlukan untuk mengkonstruksi realitas sebenarnya.
“Tapi bro,” jawab saya, “kita realistik saja. Jika pembantu Indonesia di tahun 1940, usianya 30 tahun, sekarang tahun ini (tahun 2014), usianya 104 tahun. Orang Indonesia, besar kemungkinan sudah mati di usia 104 tahun.”
“Di samping itu,” ujar saya lagi, “jika pemerintah Israel berkehendak, mereka juga pasti punya dana, untuk proyek balas jasa itu.”
Baca Juga: Yes, Jalan Tol Jakarta Cikampek II Dibuka Gratis untuk Mudik Lebaran
“Cari program lain saja, bro. Terutama untuk isu keberagaman di Indonesia sendiri,” jawab saya.
-000-