nasional

Opini: Kisah Yahudi yang Ingin Berterima Kasih, Keberagaman Agama dan Trisno Sutanto

Senin, 1 April 2024 | 17:20 WIB
(Senayan Post)

Di Belanda, terjadi hal yang sama. Kaum Nazi mencari orang Yahudi untuk ikut pula dimasukkan ke dalam camp konsentrasi, dibunuh massal.

Orang Yahudi ini, masih sangat kecil saat itu. Di tahun 1940 itu, usianya sekitar 4-5 tahun. Keluarga Yahudi itu, setelah Nazi dikalahkan, kemudian bercerita kepadanya.

Baca Juga: Guru Besar UGM Akui Keraton Majapahit Jakarta Miliki Nilai Akademis dan Filosofis

Di Belanda, ketika ia berusia 4 tahun, Ia diselamatkan dan diambil oleh sebuah keluarga, yang bukan Yahudi, dan disembunyikan.

Orang Yahudi ini masih ingat. Setiap kali ingin tidur, wanita yang merawatnya menyanyikan lagu pengantar tidur. Setelah ia dewasa, ia tahu. Itu lagu dari Indonesia.

“Nina bobo, oh Nina bobo. Kalau tidak bobo, digigit nyamuk.”

Ada dua kemungkinan, ujar Yahudi ini. Mungkin ia dulu diselamatkan oleh keluarga Indonesia. Atau ia diselamatkan oleh keluarga yang pembantunya berasal dari Indonesia.

Baca Juga: Ternyata Pemudik Punya Waktu Favorit, yang Bisa Bikin Jalanan Macet

Si Yahudi ini ingin sekali membuat film tentang peristiwa itu. Ia sudah menyusuri jejak. Wanita yang mengendongnya dan menyanyikan Nina Bobo sudah lama pulang ke Indonesia.

Mereka perlu dana untuk napak tilas mencari perempuan Indonesia itu. “Tertarik bro, untuk ikut terlibat investasi dalam project film ini. Tapi dana bro diperlukan untuk mencari dulu perempuan yang menyanyi Nina Bobo itu.”

Ujar Trisno, “sementara diduga, ia mungkin orang Maluku. Pencarian kita fokus ke Maluku dulu.”

-000-

Baca Juga: Ternyata Pemudik Punya Waktu Favorit, yang Bisa Bikin Jalanan Macet

“Wah, ujar saya. “Ini isu besar dan penting. Trisno tahu saya termasuk orang yang sangat fanatik nonton film.

Saya juga pernah cerita pada Trisno soal film serupa, yang mendokumentasikan orang- orang di luar yahudi, yang gagah berani menyelamatkan kaum yahudi dari Nazi Hitler.

Halaman:

Tags

Terkini