Tetiba, dalam kegalauan hatinya, Petrus membenarkan kenapa Tuhan perlu mensurvei hati nurani manusia. Kitab suci, pikir Petrus, hanya sejumput peringatan dan pelajaran. Kitab suci hanya mencatat secuil sejarah kehancuran dan kebangkitan peradaban manusia. Tragisnya hal itu pun disalahpahami manusia sehingga mereka kacau. Manusia lupa ada prinsip sangat penting dalam kitab suci. Yaitu tegaknya keadilan. Demikian pentingnya keadilan, sehingga Quran menyatakan, tegaknya alam semesta itu karena keadilan. Bahasa sainsnya, tegaknya alam semesta karena keseimbangan. Keadilan atau keseimbangan inilah yang kini dirusak manusia (4).
Baca Juga: PILPRES DALAM PERSPEKTIF DIALEKTIKA HEGELIAN CUM-TARJIH
Petrus! Tuhan memerintahkan kami para malaikat agar kau menjadi saksi survei hati nurani di Indonesia. Tiba-tiba Malaikat M memberitahuku. Yang menjadi saksi survei di Palestina, Ukraina, Libya, Filipina, Amerika, sudah ada orangnya. Yang di Indonesia dipilih kamu.
Woit? Aku kaget sekali. Kenapa aku yang dipilih malaikat M? Karena kau teman dekatnya seorang surveyor politik termahal di Indonesia.
Maksud malaikat karena aku temannya Denny JA?
Tepat sekali. Jelasnya. Kau pasti pernah diberitahu kenapa Denny JA mendukung Paslon nomor dua. Aku tahu kau galau dan menolak alasan Denny kenapa mendukung Prabowo Gibran. Aku tahu. Semua malaikat tahu. Sehingga kau terpilih menjadi saksi survei hati nurani ini.
Baca Juga: Opini: Rizal Ramli, Sang Rajawali
Malaikat M pun memberikan catatan panduan, apa saja yang akan disurvei terhadap 180 juta manusia penduduk Indonesia itu. Setelah kubaca ternyata ada delapan kriteria yang disurvei. Pertama, pengertian yang benar. Kedua, pikiran yang benar. Ketiga, ucapan yang benar. Keempat, perbuatan yang benar. Kelima, pencaharian yang benar. Keenam, daya upaya yang benar. Ketujuh, perhatian yang benar. Kedelapan, fokus yang benar (5).
Petrus, kau ini murid Jesus. Kau pasti tahu, Jesus tiap hari diiringi milyaran malaikat untuk menjaga kesuciannya. Jesus tidak pernah salah karena milyaran malaikat mendampingi hidupnya. Ujar Malaikat M.
Di lembar panduan tersebut digaris bawahi "yang benar atau kebenaran itu harus sesuai dengan keadilan, keseimbangan semesta dan kemanusiaan." Demokrasi dan hukum adalah bagian dari kebenaran universal.
Setelah malaikat M memberikan panduan delapan kriteria yang disurvei, tetiba ia lenyap dari hadapanku. Langit kemudian bercahaya. Terdengar suara bergemuruh di seluruh semesta. Aku kaget bukan main. Dan aku pun terlempar dari langit putih itu. Aku kembali kedinginan, di tempat tidurku.
Baca Juga: Menelisik Arca Joko Dolog Perwujudan Raja Kertanegara
Dalam kondisi setengah sadar terdengar suara dari Malaikat M. Petrus, kami telah mendapat kesimpulan dari survei hati nurani di negerimu Indonesia dengan tingkat kesalahan nol persen.
Apa kesumpulannya? Sergahku.
Kesimpulannya, bangsa Indonesia suara hati nuraninya masih tersumbat kepentingan pribadi, egoisme, kezaliman, dan angkara murka. Keputusan MK No 90 Tahun 2023, Pelemahan KPK, dan Ketidakadilan sikap pemerintah dalam menyelesaikan kasus-kasus pelanggaran Pemilu dan Pilpres mengacaukan keseimbangan alam dan keadilan dalam hidup berdemokrasi.
Apa malaikat? Aku kaget dengan kesimpulan survei tersebut.