Bagi malaikat itu gampang saja Petrus. Meski jumlah kami bermilyar-milyar, bahkan bertrilyun-trilyun, kami mudah saja menyatu, sehingga yang terlihat manusia hanyalah sesosok malaikat.
Seperti, malaikat Gabrail, jumlahnya triyunan, sebanyak jumlah pasir di gurun Sahara. Gabrail bukan nama pribadi. Tapi nama simbolik untuk malaikat yang bertugas mengatur kehidupan (2). Begitu pula nama malaikat yang lain. Jadi, 8 trilyun malaikat yang mensurvei hati nurani manusia, itu jumlahnya kecil bagi dunia kami di Langit.
Oh ... Petrus terdiam, kagum mendengar penjelasan Malaikat M.
Terimakasih penjelasannya Malaikat M. Lalu, apa saja yang akan disurvei malaikat dari hati sanubari manusia?
Petrus, kamu kan wartawan dan penulis. Kamu 'kan tahu, di tahun 2023 terjadi banyak sekali peristiwa tragis yang mengguncang 'arsy atau singgasana Tuhan di Langit. Dosa manusia, terutama ketidakadilan, sangat sensitif di kehidupan Langit.
Tanggal 7 Oktober 2023, tiba-tiba Hamas meluncurkan ribuan rudal ke Israel. Israel terkejut, tidak menduga sama sekali akan adanya serangan roket Hamas. Akibatnya Israel bersumpah akan membalas dan menghancurkan Hamas.
Lihat sampai hari ini, sudah puluhan ribu orang tidak berdosa tewas dan kehilangan tempat tinggal di Gaza akibat serangan tentara Israel yang tidak pernah berhenti. Israel sebetulnya tidak bisa menyalahkan Palestina sepenuhnya atas peristiwa 7 Oktober 2023 (3).
Sebab Israel sebelumnya telah banyak membunuh dan merampas tanah Palestina tanpa mempertimbangkan aspek keadilan dan kemanusiaan. Langit terguncang akibat perang Israel Palestina.
Makanya Tuhan memerintahkan kami, para malaikat, untuk mensurvei hati hurani manusia. Sebetulnya, siapakah yang rakus kekuasaan, kejam, dan burutal terhadap sesama manusia -- apakah bangsa Palestina atau Israel?
Baca Juga: Jakarta Masuk Musim Hujan, Waspadai Beberapa Penyakit dan Pencegahannya
Petrus melongo. Dalam hatinya muncul pertanyaan, bukankah Tuhan Maha Mengetahui, siapa di antara bangsa Palestina dan Israel yang salah? Tapi grundelan tanya itu langsung dibekapnya. Petrus ingat dalam kitab suci banyak sekali ayat Tuhan yang mempersalahkan satu kelompok manusia atau memuji kelompok lainnya. Bukankah masimng-masing kelompok manusia itu ciptaan Tuhan juga?
Ayat-ayat Tuhan di kitab suci memang membingungkan. Bukan hanya di Quran, tapi juga di Injil, Taurah, Zabur, Veda, dan Tripitaka. Karena banyak ayat suci yang membingungkan, manusia pun banyak yang bingung, sehingga banyak muncul konflik antaragama. Islam dan Kristen perang, Islam dan Hindu perang. Bahkan sesama Islam perang. Bayangkan dua orang kekasih Muhammad, Aisyah dan Ali perang. Semua itu gegara ayat-ayat suci yang membingungkan. Petrus lama terdiam.
"Tidak-tidak. Semua peristiwa mengerikan itu bukan karena salahnya kitab suci. Tapi pasti karena salahnya tafsir manusia atas ayat ayat kitab suci itu. Tuhan Maha Benar." Petrus membatin.nHati Petrus bergolak. Tuhan aneh. Tuhan membingungkan. Tuhan membiarkan kerusakan di bumi.