Oleh: Syaefudin Simon, Kolumnis Freelance
SENAYANPOST - Yogyakarta dan Jawa Tengah memainkan peran yang sangat penting bagi eksisnya Republik Indonesia di zaman revolusi, Yogyakarta menjadi Ibukota Republik Indonesia setelah Belanda menguasai Jakarta, dan menjadikannya sebagai markas pemerintahan Gubernur Jenderal Belanda untuk Indonesia.
Sementara Jawa Tengah menjadi pusat dan simbol perlawanan Republik Indonesia kepada Belanda, karena di daerah inilah Panglima Besar Republik Indonesia Jenderal Sudirman melakukan perang gerilya dan mengatur siasat perlawanan kepada Belanda.
Republik Indonesia yang berpusat di Yogyakarta pada mulanya mempunyai kekuasan secara de facto atas Jawa, Sumatera, dan Madura.
Dikatakan secara de facto, karena secara de jure Belanda tidak menerima klaim itu. Namun dalam perkembangannya, kekuasaan Republik Indonesia dipreteli satu persatu oleh Belanda dengan memprakarsai pembentukan negara bagian yang terpisah dari Republik Indonesia di Yogyakarta.
Dalam Konferensi Meja Bundar (KMB) di Den Haag, 1949, Republik Indonesia (RI) yang berpusat di Yogyakarta hanya mewakili Yogyakarta.
Status Republik Indonesia sama dengan status 16 negara bagian lainnya seperti Negara Dayak Besar, Negara Borneo Timur, Negara Pasundan, Negara Bengkulu, Negara Jawa Tengah, Negara Indonesia Timur, dll, Belanda memang licik.
Betul, secara geografis, Yogyakarta yang nota bene merupakan wilayah RI versi Belanda merupakan wilayah/provinsi paling kecil di Indonesia; dibandingkan 16 negara bagian lain.
Meski demikian, Yogyakarta menjadi jantung pergerakan untuk mewujudkan NKRI yang merdeka dan berdaulat penuh. Deklarasi NKRI di Parlemen RIS 3 April 1950 yang membuat Belanda terkecoh, dan terpaksa harus mengakuinya lantaran prosesnya dilakukan secara demokratis, adalah berkat penggalangan dan diplomasi Sri Sultan yang menjadi Menhan RIS, sekaligus "penguasa Yogyakarta" yang dijadikan ibu kota RIS.
Baca Juga: Lirik Lagu CRAZY FORM, ATEEZ, Nyanyi Bareng-bareng Asik nih
Kerelaan dan keihklasan Sri Sultan Hamengkubuwono IX untuk menjadikan Yogyakarta sebagai ibu kota RIS patut dibanggakan. Jika Sultan tidak melakukan langkah itu, kemana kira-kira ibu kota Republik Indonesia Serikat dipindahkan?
Sulit untuk mendapatkan jawaban, karena Jawa Timur sudah dihancurkan Sekutu melalui pengeboman yang membabi buta selama Oktober-Desember 1945.
Jawa Barat juga sudah dikepung oleh Belanda dari berbagai arah. Untuk pindah ke luar Jawa juga sangat riskan, karena saat itu Jawa merupakan titik pusat perjuangan melawan Belanda.