Bukan Menakuti-Nakuti, AM Hendropriyono: Polemik Al Zaytun Bisa Jadi Pematik Perang Artificial Intelligence

photo author
Hanggi, Senayan Post
- Selasa, 11 Juli 2023 | 21:50 WIB
AM Hendropriyono menilai polemik tentang Pesantren Al Zaytun, punya potensi besar untuk membuat situasi tidak stabil di Indonesia.
AM Hendropriyono menilai polemik tentang Pesantren Al Zaytun, punya potensi besar untuk membuat situasi tidak stabil di Indonesia.

SENAYANPOST - Sebagai mantan Kepala BIN, AM Hendropriyono menilai polemik tentang Pesantren Al Zaytun punya potensi besar untuk membuat situasi tidak stabil di Indonesia.

Makanya Guru Besar Sekolah Tinggi Intelijen Negara (STIN) ini, meminta masyarakat Indonesia berhati-hati terhadap isu-isu seperti Al Zaytun, karena AM Hendropriyono menduga adanya peran negara asing dalam polemik Pondok Pesantren Al-Zaytun.

AM Hendropriyono mengatakan, polemik Al Zaytun dibangun untuk membuat situasi tidak stabil di Indonesia.

"Ada (indikasi peran negara asing di polemik Al Zaytun). Kita ini lagi menghadapi isu Laut China Selatan. Karena merupakan suatu geostrategi dari negara adi kuasa yang sekarang lagi kedodoran dalam perang Eropa, antara Rusia dan Ukraina," kata Hendropriyono kepada Senayan Post, di kawasan Gelora Bung Karno, Jakarta, Senin 10 Juli 2023 kemarin.

Baca Juga: Ketika AM Hendropriyono Bercerita Pertama Kali Kenal Panji Gumilang dan Pesantren Al Zaytun

Apalagi AM Hendropriyono menjelaskan, negara adikuasa ingin menggeser perang Eropa ke Asia. Namun, perang yang dimaksud menggunakan artificial intelligence atau kecerdasan buatan.

"Hampir semua ahli analisa politik du ia bilang bahwa seluruh negara barat kepengen geopolitik Eropa digeser ke Asia. Isunya digeser ke Asia kemana? Secara geografi adalah Asia Tenggara," kata AM Hendropriyono.

Makanya AM Hendropriyono menjelaskan bahwa, negara lain sudah siap-siap dalam menghadapi perang kecerdasan buatan.

Seperti Singapura yang kini tentaranya sudah memiliki empat angkatan, yakni angkatan laut, angkatabmn darat, angkatan udara dan siber.

Baca Juga: Dituding 'Bekingi' Panji Gumilang dan Pesantren Al Zaytun, AM Hendropriyono: Saya Heran Kok Ributnya Sekarang?

"Mereka sudah siap, empat angkatan itu nanti yang akan merupakan battle field, medan tempur, caranya dengan menyerang psikologi," bilang AM Hendropriyono.

Nah korelasinya dengan Al Zaytun, seperti muncullah kelompok yang dengan kelompok yang menolak, akhirnya dibenturkan di media sosial.

"Makin luas nanti isunya ke NII (Negara Islam Indonesia), dibentrokkan kembali yang pro dengan yang menolak NII, belum isu PKI diadu lagi yang pro dan yang kontra. Padahal barangnya itu sudah tidak ada, jelas dong NII dan PKI itu kan sudah tidak ada di Indonesia, tapi kita terus diadu," jelas AM Hendropriyono.

Belum lagi sentimen dengan adidaya, mereka menyebut negara Indonesia merupakan negara yang dituduh mendukung China oleh negara adikuasa.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Hanggi

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X