"Kami merespons keresahan yang terjadi di masyarakat. Kami harus menindaklanjuti dengan data yang lengkap. Oleh karena itu, dibutuhkan pengumpulan fakta dan data selama tujuh hari oleh tim investigasi ini," ujar Kang Emil.
Baca Juga: Kondisi Mental Anak Puput Kacau, Imbas Tak Diakui Doddy Sudrajat sebagai Anak Kandungnya
Dengan begitu, Pemprov Jabar meminta Ponpes untuk kooperatif dan terbuka terkait hal ini.
Kang Emil juga mengungkapkan bahwa sudah ada beberapa pihak yang ingin tabayun namun sering ditolak.
"Kami meminta pihak Al Zaytun kooperatif karena sudah beberapa kali dalam catatan sejarahnya sering menolak mereka yang mencoba untuk bertabayun," terangnya.
Dalam hal ini, Kang Emil juga memprioritaskan para santri yang belajar di sana.
"Karena yang terpenting dari kaca mata Pemprov Jabar, kami harus menyelamatkan siswa," jelasnya.
Ponpes Al Zaytun beberapa kali dikabarkan mengajarkan aliran sesat kepada para santrinya.
Baca Juga: Ada 4 Fakta Setelah Kalahnya Timnas Indonesia Lawan Timnas Argentina
Namun, Pemprov Jabar tidak bisa berbuat banyak jika tidak ada bukti yang kuat.
"Jika memang terindikasi berada dalam ideologi yang melanggar tatanan hukum tentunya harus ada upaya-upaya hukum. Namun kami juga tidak bisa mengambil sebuah keputusan tanpa fakta yang lengkap," tandas Ridwan Kamil terkait polemik Ponpes Al Zaytun Indramayu.***
Artikel Terkait
Wali Kota Bandung Yana Mulyana Terjaring OTT KPK, Gubernur Ridwan Kamil Mengaku Prihatin
Ridwan Kamil Temui Langsung Husein Ali Guru Pangandaran yang Laporkan Pungli, Begini Tanggapannya
Kepala BPSDM Pangandaran Beri Tanggapan Menohok soal Husein Ali, Ridwan Kamil Sarankan Bupati soal Ini
Ponpes Al Zaytun yang Dipimpin Panji Gumilang Dianggap Meresahkan, Wagub Jabar Uu Ruzhanul Ulum Buka Suara
Pemprov Jabar Undang Ratusan Alim Ulama Terkait Ponpes Al Zaytun Indramayu, Uu Ruzhanul Ungkap Hal Ini