SENAYAN POST - Polda Riau akan menyelidiki penyebab ledakan dan kebakaran Kilang Pertamina Dumai yang terjadi pada Sabtu, 1 April 2023.
Penyelidikan penyebab ledakan dan kebakaran Kilang Pertamina Dumai ini langsung disampaikan Kapolda Riau, Irjen Pol Muhammad Iqbal di Pekanbaru.
Lebih lanjut, Iqbal mengatakan bahwa pihaknya sudah melakukan upaya pencegahan dan antisipasi sesaat ledakan dan kebakaran di Kilang Pertamina Dumai ini terjadi.
Setelah ledakan dan kebakaran terjadi, pihak-pihak terkait sigap untuk mengamankan hingga api tidak menjalar.
Diketahui, pada pukul 22.40 WIB di hari yang sama, api sudah bisa dijinakkan.
"Yang pertama soal pengamanan agar parameter aman itu terwujud dan seluruh masyarakat bisa kembali melakukan aktivitas sehari-hari," kata Iqbal pada 2 April 2023, dikutip SenayanPost.com dari Antara.
Baca Juga: AM Hendropriyono soal Politikus yang Tolak Timnas Israel: Jangan Main Makan Saja, Nanti Perut Sakit
Selanjutnya, pihaknya akan melakukan penyelidikan dengan bekerja sama dengan bagian terkait.
"Kedua, melakukan penyelidikan mengapa hal itu bisa terjadi, kita akan selidiki dengan bekerja sama dengan berbagai pihak," lanjutnya.
Iqbal mengungkapkan bahwa setidaknya ledakan dan kebakaran di Kilang Pertamina Dumai itu menimbulkan 9 orang korban luka-luka.
Baca Juga: Cara Daftar Mudik Gratis 2023 dari Pemkot Medan, Ada 5.000 Kuota dan 12 Kota Tujuan
Para korban sudah diberikan perawatan intensif dan sudah diperbolehkan pulang ke tempat masing-masing sehingga tidak ada korban jiwa.
Namun, setelah ledakan dan kebakaran itu, beberapa mengalami kerusakan fasilitas.
Artikel Terkait
Depo Pertamina Plumpang Alami Kebakaran, Presiden Jokowi Minta Utamakan Dua Hal Ini
Kapolri Listyo Sigit Prabowo Ungkap Dugaan Awal Kebakaran di Depo Pertamina Plumpang
297 Warga Masih Mengungsi Imbas Kebakaran Depo Pertamina Plumpang, Jokowi Singgung soal Ini
Cerita Keluarga Korban Kebakaran Depo Pertamina Plumpang, Sempat Ditawari Oknum Rp40 Juta
24 Saksi Diperiksa Polda Metro Jaya Terkait Kebakaran Depo Pertamina Plumpang