Harapan Presiden Jokowi di Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1945

photo author
Yuda Alexander, Senayan Post
- Rabu, 22 Maret 2023 | 20:50 WIB
Presiden Jokowi sampaikan harapan di Hari Raya Nyepi, Tahun Baru Saka 1945 yang jatuh pada 22 Maret 2023. (Instagram.com/@jokowi)
Presiden Jokowi sampaikan harapan di Hari Raya Nyepi, Tahun Baru Saka 1945 yang jatuh pada 22 Maret 2023. (Instagram.com/@jokowi)

SENAYAN POST - Presiden RI, Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan harapan saat Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1945 yang berlangsung pada 22 Maret 2023.

Dalam unggahan Instagramnya, Jokowi berharap Hari Raya Nyepi menjadi momen untuk instropeksi.

Jokowi juga dalam unggahannya itu berharap agar kebahagiaan dan kedamaian senantiasa mengiringi masyarakat Indonesia dalam Hari Raya Nyepi, Tahun Baru Saka 1945.

Baca Juga: 15 Link Twibbon Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1945 Bisa Dipasang di Status WhatsApp dan Instastory

"Dalam hening dan sepi, kita berserah diri. Semoga kebahagiaan dan kedamaian senantiasa memayungi," kata Jokowi dalam unggahan di akun Instagram pribadinya pada 22 Maret 2023, dikutip SenayanPost.com dari Antara.

Tidak lupa, Jokowi juga mengunggah ilustrasi perayaan Hari Raya Nyepi dan ucapan selamat untuk perayaan hari besar umat Hindu tersebut.

Sebelumnya, Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas menyatakan bahwa Hari Raya Nyepi menjadi momentum untuk instropeksi diri dan berkontemplasi.

Baca Juga: Hari Raya Nyepi Berdekatan dengan Bulan Suci Ramadhan, Ini Harapan Pj DKI Jakarta

"Hari suci ini mengisyaratkan untuk mulat sarira dan pengendalian diri," kata Yaqut.

"Ini menandakan bahwa kita diingatkan oleh penguasa semesta untuk selalu menjaga perilaku agar tetap terkendali sesuai ajaran agama masing-masing," tambahnya.

Lebih lanjut, umat Hindu juga melaksanakan ritual Tawur Agung Kesanga dalam rangka menyambut Tahun Baru Saka 1945 yang bertepatan dengan 22 Maret 2023.

Baca Juga: Syaikh Dr Hisyam Al Kamil, Ulama Al Azhar Mesir Ungkap Hakikat Ibadah Puasa di Bulan Ramadhan

Ritual tersebut dilakukan di pelataran Candi Prambanan, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Ritual itu diawali dengan pembacaan Kitab Suci Weda, doa, dan diakhiri dengan penampilan drama tari Sendratari Pengiring Yadnya Pamutering Giri Mandara.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Yuda Alexander

Sumber: Antara

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X