Sementara itu, berdasarkan pemutakhiran data BMKG hingga 23 Agustus 2026 pukul 05.00 WIB, tercatat sebanyak 5.688 gempa bumi susulan setelah gempa utama M7,7 Flores.
Data tersebut menunjukkan gempa susulan masih berlangsung dengan magnitudo yang beragam.
Dari jumlah tersebut, gempa susulan terbesar tercatat mencapai magnitudo 6,2, sedangkan yang terkecil berkekuatan M1,1.
BMKG juga mencatat 32 gempa susulan dengan magnitudo 5 atau lebih, sementara sebanyak 130 gempa susulan dirasakan oleh masyarakat.
Gempa utama M7,7 mengguncang Flores pada 15 Agustus 2026.
BMKG menyebut gempa dangkal tersebut bersumber dari aktivitas Flores Back-Arc Thrust dengan mekanisme sesar naik (thrust fault).
Sebelumnya, BMKG juga menjelaskan bahwa setelah gempa utama, kerak bumi di sekitar sumber gempa masih mengalami proses penyesuaian.
Proses inilah yang menghasilkan rangkaian gempa susulan dengan aktivitas yang kemudian secara umum mengalami peluruhan.
Meski demikian, masyarakat tetap diimbau tenang dan waspada, terutama dengan menghindari bangunan yang retak atau mengalami kerusakan akibat gempa.
Informasi mengenai perkembangan aktivitas gempa sebaiknya diperoleh dari kanal resmi BMKG.***
Artikel Terkait
Hari Kelima Pascabencana Gempa Bumi, Pemerintah Kirim 253 Ton Bantuan Logistik ke NTT
NTT Pasca Gempa: Seskab Teddy Kawal Pemberangkatan Bantuan Logistik Sebanyak 65 Ton
Jalankan Instruksi Presiden Seskab Teddy Pimpin Pelepasan Lima Pesawat TNI AU Bawa Bantuan 65 Ton Untuk Korban Gempa di NTT
Wapres Gibran Tekankan Penanganan Gempa NTT Harus Cepat dan Menjangkau Seluruh Warga
Daryono Jelaskan Mengapa Gempa M7,7 NTT Picu Ribuan Gempa Susulan