Di akhir keterangannya, Gus Lilur kembali meminta Presiden Prabowo memastikan pemerintahan yang dipimpinnya tidak digunakan untuk mengintervensi proses internal NU.
“Bismillah, lawan setiap upaya pembonekaan NU. Lawan intervensi. Lawan politik uang. Lawan penggunaan fasilitas negara untuk kepentingan kelompok. Tetapi tetap dengan cara yang bermartabat, tabayun, dan sesuai hukum,” pungkas Gus Lilur.*
Artikel Terkait
Kebijaksanaan NU yang Terkoyak dan Karma Pemecatan
Bentuk Solidaritas Kemanusiaan, PBNU Wajibkan Pembacaan Doa Qunut Nazilah di Seluruh Masjid NU
Putra Muassis NU Pimpin Ribuan Nahdliyin Doakan Kemenangan Iran Lawan Amerika Serikat dan Israel
DINAMIKA SUASANA MUNAS DAN KONBES NU: MEMBEDAH PROSES PENETAPAN LOKASI MUKTAMAR KE-35
Muktamar NU ke-35: Mengapa Buya Kiai Said Aqil Siradj, Figur Paling Ideal untuk Rais Aam NU?