Penuh Perjuangan, Viral Momen Guru SD Terpencil di Sulteng Bagikan Momen Persiapan Pawai 17-an

photo author
Hanggi Martyas Laksono, Senayan Post
- Selasa, 18 Agustus 2026 | 21:14 WIB
Perjuangan SD terpencil di Sulteng mengikuti pawai 17-an (Instagram/rskdrian)
Perjuangan SD terpencil di Sulteng mengikuti pawai 17-an (Instagram/rskdrian)

SENAYANPOST - Unggahan seorang guru yang mengajar di SD daerah terpencil di Sulawesi Tengah saat akan mengikuti karnaval 17 Agustus 2026, viral di media sosial.

Dalam unggahan tersebut turut dibagikan rangkaian persiapan saat para siswa SD Kecil (SDK) Terpencil Ogolau, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah yang akan mengikuti karnaval.

“Di balik layar anak-anak hebat ibu guru ikut meramaikan peringatan HUT ke-81 RI di Kecamatan Tinombo,” tulisnya dalam video yang diunggah oleh akun Instagram @rskdrian, dikutip pada Selasa, 18 Agustus 2026.

Lebih lanjut, ia mengungkapkan kebahagiaan yang dirasakan siswanya ketika akhirnya bisa mengikuti karnaval dalam merayakan HUT ke-81 RI.

Baca Juga: Momen Haru Paskibraka Celina dan Presiden Prabowo pada Upacara HUT RI

“Alhamdulillah sekolah terpencil bisa ikut meramaikan momentum peringatan kemerdekaan seperti ini,” ungkapnya.

“Jangan ditanya perasaannya gimana. Tentu Ibu Guru bangga karena mungkin bagi orang lain, ini adalah momen biasa saja yang setiap tahun dinikmati tapi kami di daerah terpencil butuh banyak effort serta biaya untuk ikut event,” lanjutnya.

Tak hanya para guru dan siswa, unggahan tersebut juga mengungkapkan bahwa wali murid pun turut senang sekolah bisa mengikuti rangkaian karnaval.

“Tahun ini di HUT ke-81 RI tahun 2026 anak-anak Ibu senang sekali. Bukan hanya anak-anaknya saja yang happy, tapi orang tua mereka juga,” sambungnya.

“Tak lupa, terima kasih sponsor Ibu Guru yang udah support anak-anak Ibu ikut bertumbuh merasakan apa yang anak sekolah biasanya dapatkan,” imbuhnya.

Unggahan tersebut juga membagikan momen para guru mencari atribut agar lengkap saat tampil mengikuti pawai gerak jalan.

“H-1 baru nyadar butuh kaos tangan, minta bantuan netizen Facebook dan langsung ketemu,” imbuhnya.

Keperluan seragam dan sepatu pun disediakan, demi menunjang penampilan para siswa saat akan mengikuti pawai.

“Kami melengkapi seragam karena ada beberapa anak Ibu yang seragamnya tak layak. Bawa sepatu baru hadiah dari teman Ibu Guru ke basecamp di hari H,” tuturnya lagi.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Hanggi Martyas Laksono

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X