Baca Juga: Penuh Perjuangan, Viral Momen Guru SD Terpencil di Sulteng Bagikan Momen Persiapan Pawai 17-an
Menurut mantan Kepala BIN itu, tantangan terbesar sebuah gagasan bukan pada kebenaran pemikirannya, tetapi pada kemampuannya berubah dari pemikiran menjadi kemauan politik, dari kemauan politik menjadi kebijakan, dan dari kebijakan menjadi kenyataan yang dirasakan rakyat.
“Pada titik itulah menurut saya buku Menata Ulang Reformasi menjadi sangat relevan untuk kita perdebatkan hari ini,” pungkas Hendropriyono.
Buku Menata Ulang Reformasi sendiri dinilai para peserta diskusi sebagai upaya lanjutan untuk mengevaluasi perjalanan reformasi 1998 dan menawarkan kerangka pembaruan sistem ketatanegaraan Indonesia ke depan.*
Artikel Terkait
AM Hendropriyono Beri Semangat Direksi BPJS Kesehatan Saat Berkunjung ke Kraton Majapahit Jakarta, Jelaskan Aksara Nusantara Perkokoh Identitas Bangsa
Kraton Majapahit Jakarta Sambut Seluruh Vendor Wedding Organizer, AM Hendropriyono Tegaskan Keluhuran Peradaban Nusantara
Kraton Majapahit Jakarta Sambut Tokoh Pagaruyung, AM Hendropriyono Tekankan Saling Keterkaitan Kebudayaan di Nusantara
Resmikan Turnamen Sepak Bola, Hendropriyono Jadikan Olahraga Sarana Pelestarian Budaya
Dukung Sosialisasi Pisah Sampah, AM Hendropriyono Gelorakan Perang Semesta Melawan Sampah