Hakam menerangkan, pihaknya mengaktifkan Tim Gerak Cepat (TGC) guan menyelidiki epidemiologi. Hal tersebut dilakukan untuk menelusuri sumber dugaan keracunan.
Baca Juga: Kebakaran Landa Hotel Pullman Jakbar, Tujuh Puluh Personel Damkar Diterjunkan
"Kami belum dapat menyimpulkan penyebab kejadian sebelum seluruh proses pemeriksaan laboratorium selesai," jelasnya.
"Karena itu, kami mengimbau masyarakat tidak berspekulasi dan menunggu hasil pemeriksaan yang sedang berjalan," tandas Hakam.
Yayasan hingga SPPG Diselidiki
Atas kasus ini, Dinkes juga berkoordinasi dengan SMKN 6 Semarang, SPPG Kota Semarang Timur atau Karangturi, Yayasan Putra Maju Mapan Mandiri, yang berkaitan dengan pelaksaan program MBG di wilayah tersebut.
"Sebagai langkah kehati-hatian, distribusi makanan dari penyelenggara SPPG terkait dihentikan sementara hingga proses penyelidikan epidemiologi dan pemeriksaan laboratorium selesai dilakukan," ungkap Hakam.
Baca Juga: KPK Ungkap Peran Tangan Kanan Bupati Pemalang Kumpulkan Uang Pemerasan
Di lain pihak, Kepala SMKN 6 Semarang, Berty Sagendra juga telah mengonfirmasi adanya tenaga kependidikan (tendik) di sekolahnya yang diduga keracunan MBG.
"Saya dapat laporan terdapat tendik yang terdampak juga," kata Berty dalam keterangannya, pada Jumat.
Hingga berita ini terbit, belum ada keterangan lanjutan dari pihak sekolah maupun otoritas berwenang atas kasus keracunan massal di SMKN 6 Semarang.*
Artikel Terkait
Menkeu Purbaya soal Perbaikan MBG: BGN Diobrak-abrik, Ada Penghematan Besar-besaran
Cegah Penyimpangan, Presiden Prabowo Minta Gubernur hingga Kades Ikut Awasi Dapur MBG
Zulkifli Hasan Kaji Persoalan Program MBG Selama Sebulan, Soroti Dugaan Penyalahgunaan Titik Dapur SPPG
Debat Publik Bakom RI vs BEM UI, Argumen Qodari soal Manfaat Program MBG bagi Dunia Pendidikan
Update Skandal Korupsi Tata Kelola MBG, Mantan Trio Pentolan BGN Diduga Bikin Negara Boncos Rp10,5 T per Tahun