Ratusan Warga SMKN 6 Semarang Keracunan Diduga Imbas Makan Bergizi Gratis

photo author
Ragil Firdaus, Senayan Post
- Minggu, 2 Agustus 2026 | 20:37 WIB
Menyoroti fakta terkini ihwal dugaan kasus keracunan massal imbas konsumsi menu MBG di SMKN 6 Semarang, Jawa Tengah. (Instagram.com/@katakitaig)
Menyoroti fakta terkini ihwal dugaan kasus keracunan massal imbas konsumsi menu MBG di SMKN 6 Semarang, Jawa Tengah. (Instagram.com/@katakitaig)

SENAYANPOST - Warganet ramai menyoroti dugaan kasus keracunan massal imbas menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMKN 6 Semarang, Jawa Tengah.

Sebelumnya diketahui, ratusan warga siswa dan guru, sempat mendapatkan perawatan medis usai diduga sempat mengonsumsi menu MBG yang sudah tak layak alias basi, pada Jumat, (31/7/26).

Terkini, total 42 siswa sempat dirawat di puskesmas maupun rumah sakit setempat imbas kasus keracunan tersebut.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Semarang, Mochamad Abdul Hakam menuturkan, terdapat sebanyak 707 warga sekolah, dengan rincian 693 siswa dan 14 guru di SMKN 6 Semarang yang diduga mengalami keracunan menu MBG basi itu.

Baca Juga: Dukung Sosialisasi Pisah Sampah, AM Hendropriyono Gelorakan Perang Semesta Melawan Sampah

"Berdasarkan pendataan sementara, sebanyak 707 orang mengalami gejala, terdiri atas 693 siswa dan 14 guru," kata Hakam dikutip dalam keterangannya, pada Sabtu, (1/8/26).

Hakam menyebut, sebanyak 689 orang mendapat penanganan di sekolah. Sementara itu, 9 orang lainnya dirujuk ke Puskesmas Halmahera hingga RSUD KRMT Wongsonegoro.

"9 orang dirujuk ke Puskesmas Halmahera, RSUD KRMT Wongsonegoro, RST Bhakti Wira Tamtama, dan Puskesmas Bangetayu untuk menjalani observasi lebih lanjut," sebut Hakam.

"Fokus kami saat ini memastikan seluruh siswa maupun guru yang mengalami gejala memperoleh pelayanan kesehatan sesuai kebutuhannya," imbuhnya.

Baca Juga: Uji Nyali Berujung Maut, Wanita Tulungagung Tewas Usai Masuk Rumah Hantu

Dinkes Masih Usut Penyebabnya

Dalam penuturannya, Hakam memastikan pihaknya tengah menelusuri penyebab pasti ihwal keracunan massal di SMKN 6 Semarang.

Terkhusus, terkait apakah insiden tersebut berkaitan dengan menu MBG yang sudah tak layak konsumsi, atau tidak.

"Secara bersamaan, tim juga melakukan penyelidikan epidemiologi serta pengambilan sampel makanan dan spesimen korban untuk diperiksa di laboratorium sebagai bagian dari penelusuran penyebab kejadian," beber Hakam.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Ragil Firdaus

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X