Bantuan Dana yang Tak Kunjung Datang
Menurut Salim, saat koperasi mulai beroperasi belum ada bantuan permodalan dari pemerintah maupun skema pembiayaan lainnya.
Kala itu, Operasional koperasi masih mengandalkan simpanan pokok dan simpanan wajib para anggota.
"Belum ada bantuan dana. Mereka waktu itu hanya mengandalkan simpanan pokok dan simpanan wajib anggota," ujarnya.
Salim lantas menjelaskan, bantuan pembiayaan melalui Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) saat itu masih dalam proses.
Sementara pembangunan gerai Koperasi Merah Putih saat ini dilaksanakan oleh Agrinas.
"Yang dari Himbara itu sekarang masih dalam proses. Pembangunan gerainya juga sedang dilaksanakan oleh Agrinas," beber Salim.
Baca Juga: Pakar Hukum Dorong Evaluasi Kewenangan Audit BPKP dalam Perkara Korupsi
Modal Seret Jadi Kendalanya?
Salim menilai, kondisi modal yang terbatas membuat koperasi kesulitan menjalankan usaha.
Selain itu, kemampuan pengurus dalam mengelola koperasi juga menjadi salah satu tantangan untuk mempertahankan Gerai Kopdes Pulau Buluh.
"Memang belum kuat. Mungkin juga dari sisi pengurusnya sendiri," jelas Salim.
"Kami dari dinas sifatnya memfasilitasi, baik pendampingan kelembagaan maupun pembinaan," imbuhnya.
Baca Juga: Warga Tanjungbalai Geruduk Rumah Guru SD Terkait Dugaan Pelecehan Siswa
Artikel Terkait
Nilai Kontrak Fantastis, PT Putra Mandiri Jembar Pastikan Pengadaan 20.600 Truk untuk Kopdes Merah Putih
Program Kopdes Merah Putih: Optimalkan Dana Desa Tanpa Beban Baru bagi APBN
Pangkas Rantai Distribusi, Kopdes Merah Putih Pastikan Harga Sembako dan Pupuk Lebih Adil bagi Petani
Kronologi Peserta Kopdes-KNMP Asal Sumut Novia Rahmadhani Meninggal Dunia saat Ikut Latsarmil
Strategi Komunikasi Kepala Bakom RI: Membumi dan Berbasis Data saat Tanggapi Isu Kopdes Merah Putih