Pada kesempatan itu, Kurnia mengatakan Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) juga menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan bagi petugas haji dengan kurikulum yang mencakup kesiapan fisik dan mental, kompetensi pelayanan, kerja sama tim, serta pembekalan dasar fikih haji dan bahasa Arab.
Baca Juga: Masa Tunggu Haji Kini Mencapai 26 Tahun, Presiden Prabowo Ingin Lebih Cepat Lagi
Tak hanya itu, persiapan penyelenggaraan ibadah haji tahun ini diselesaikan lebih awal. Langkah tersebut meliputi penyediaan akomodasi, konsumsi, transportasi, layanan di kawasan masyair (Arafah, Muzdalifah dan Mina), hingga penyelesaian proses visa bagi jemaah.
"Kemenhaj juga menghadirkan layanan dua syarikah, disertai pembagian dan aktivasi kartu Nusuk langsung di embarkasi," ujar Kurnia.
Dalam aspek transformasi layanan, Kurnia menambahkan, Kemenhaj turut memperkuat digitalisasi penyelenggaraan haji.
Sistem digital dimanfaatkan untuk mengontrol distribusi katering secara lebih efektif serta melacak lokasi petugas di lapangan, sehingga pelayanan kepada jemaah dapat berlangsung lebih cepat, tepat, dan terpantau secara real time.***
Artikel Terkait
Imigrasi Yogyakarta Gagalkan Keberangkatan 3 WNI Diduga Haji Ilegal Bermodus Liburan di Bandara YIA
Tokoh Adat Papua Selatan Dukung Penuh Proyek Cetak Sawah Milik Haji Isam
Masa Tunggu Haji Kini Mencapai 26 Tahun, Presiden Prabowo Ingin Lebih Cepat Lagi
Tak Hanya Jemaah Umrah, Hanania Travel Tipu Calon Jemaah Haji Plus, Jumlah Korban Tembus 1.286 Orang
Fakta SPDP KPK di Kasus Kuota Haji Diabaikan Hakim, Praperadilan Ketum Kesthuri Asrul Azis Kandas