BGN Kaji Ulang Penerima Makan Bergizi Gratis, Siswa SMA Berpotensi Dicoret

photo author
Ragil Firdaus, Senayan Post
- Selasa, 16 Juni 2026 | 13:33 WIB
Foto ilustrasi menu MBG yang dibagikan kepada penerima manfaat. (Instagram/badangizinasional.ri)
Foto ilustrasi menu MBG yang dibagikan kepada penerima manfaat. (Instagram/badangizinasional.ri)

SENAYANPOST - Badan Gizi Nasional (BGN) mengungkapkan akan segera refocusing atau memfokuskan target penerima manfaat program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Refocusing tersebut, kata Wakil Kepala BGN Agustina Arumsari adalah upaya untuk menghemat anggaran MBG di tahun 2027.

“Kami sudah berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan, dengan beberapa Kementerian yang lain,” ucap Arumsari kepada awak media usai rapat tertutup dengan Komisi IX DPR RI pada Senin, (15/6/26).

Arumsari mengatakan bahwa menurut Kementerian Kesehatan, intervensi gizi sebaiknya dilakukan dari usia kandungan sampai dengan 1.000 hari pertama kelahiran.

Baca Juga: Alih Fungsi Lahan Jadi Tambak Udang, Warga Batang Jadi Tersangka

“Lalu sampai dengan 2 tahun nanti ada intervensi gizi lalu sampai dengan usia selanjutnya. Nah, bentuknya pemenuhan gizi,” kata Arumsari.

“Kami berusaha mendengarkan para pakar yang sudah ada di Kementerian Kesehatan, dari situlah kami melakukan refocusing penerima manfaat,” imbuhnya.

Potensi Siswa SMA Tidak Dapat MBG

Salah satu cara untuk refocusing penerima MBG, Arumsari memberi contoh kemungkinan menghilangkan siswa SMA dari daftar penerima manfaat.

“Tujuannya kan bagaimana supaya indikator tujuan intervensi gizi ini tercapai, tapi penerima manfaatnya lebih fokus,” ungkapnya.

Baca Juga: Terjemahan Lirik Lagu Tastes So Good, Niall Horan, Lagu Utama di Album Dinner Party

“Misalnya lah contoh gampang, untuk SMA ya mungkin tidak perlu diberikan lagi MBG. Apalagi SMA-SMA yang mungkin yang uang sakunya anak-anaknya sudah Rp100.000, Rp200.000 gitu ya, yang high class itu tidak perlu lagi,” jelasnya.

Lebih lanjut, dengan dihapusnya siswa SMA, penerima manfaat untuk MBG akan berkurang 8 juta.

“Nah, itu yang kami exercise, tapi kami tidak menghilangkan esensi dari intervensi visi yang dilakukan oleh pemerintah. Jadi, refocusing diperlukan supaya lebih tepat sasaran,” tambahnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Ragil Firdaus

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X