Menurut Qodari, berbagai kebijakan dan program yang telah dijalankan selama satu setengah tahun terakhir perlu dicatat secara sistematis agar dapat dipahami masyarakat secara lebih utuh.
"Dalam satu setengah tahun ini, berbagai solusi atas permasalahan tersebut terasa perlu untuk dicatat dan diketahui masyarakat. Sekaligus memberikan gambaran yang mudah dipahami publik dan media mengenai masalah apa saja yang muncul serta bagaimana jawabannya diberikan. Karena itu, buku ini diberi judul Presiden Solusi, yang kebetulan jika disingkat menjadi PS, sama dengan inisial nama Presiden kita, Prabowo Subianto," tuturnya.
Qodari juga mencontohkan sejumlah program yang telah menunjukkan progres nyata di berbagai sektor, mulai dari ketahanan pangan hingga peningkatan akses pendidikan bagi kelompok masyarakat miskin.
"Sebetulnya, soal pangan misalnya, bukan hanya sudah dikerjakan, tetapi juga sudah dicapai, khususnya swasembada beras. Tentu pangan memiliki sangat banyak aspek. Kemudian, untuk masyarakat miskin desil 1 dan desil 2, program sekolah bukan hanya sudah ada, tetapi juga sudah berjalan pada tahapan yang lebih lanjut, yaitu menuju Sekolah Rakyat permanen yang pembangunannya sedang diselesaikan," jelasnya.
Menurut Qodari, berbagai solusi yang dihadirkan pemerintah terus berkembang seiring kemajuan pelaksanaan program di lapangan.
"Program kampung nelayan juga sudah dilakukan di berbagai tempat. Jadi, apa yang disampaikan dalam buku ini tentu mengikuti perkembangan dan progres masing-masing program. Namun yang penting adalah agar publik mengetahui bahwa Presiden membawa solusi bagi masalah-masalah yang dirasakan masyarakat," ungkap Qodari
"Secara keseluruhan, baik di bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi, pertanian, perikanan, maupun berbagai persoalan lain yang dihadapi bangsa ini," pungkasnya.***
Artikel Terkait
Dukung Buku Aurelie Moeremans, Hesti Purwadinata Diancam ‘Bobby’
Kak Seto Terseret Viralnya Buku Broken Strings Aurelie Moremans, Komnas PA Tak Turun Tangan?
Roby Tremonti Minta Tolong Denny Sumargo, Pengin Klarifikasi Soal Buku Broken Strings
Copot Kepala BGN, Ketua Harian DPP Partai Gerindra Tegaskan Keterbukaan Presiden Prabowo Subianto Terima Aspirasi Publik
Soal Pencopotan Pimpinan BGN, Presiden Prabowo: Tidak Ada Toleransi bagi Penyimpangan