Dubes Palestina Ceritakan Kejamnya Israel Serang Desa dan Kota Palestina dengan Pesawat dan Artileri

photo author
Mushab Muuqoddas, Senayan Post
- Senin, 18 Mei 2026 | 21:07 WIB
Dubes Palestina untuk Indonesia Abdul Fattah Al Sattari (Mush'ab Muqoddas)
Dubes Palestina untuk Indonesia Abdul Fattah Al Sattari (Mush'ab Muqoddas)

SENAYANPOST - Setiap tahun, Bangsa Palestina merayakan peristiwa Nakbah yang terjadi pada antara Desemebr 1947 hingga April 1948 yaitu pengusiran oleh milisi-milisi zionisme sebelum dideklarasikannya Israel sebagai negara. Milisi-milisi tersebut adalah Hagana, Lehi dan Irgun, yang setelah Mei 1948 bergabung menjadi Israeli Defense Force (IDF).

Duta Besar Palestina untuk Indonesia Abdul Fattah Ahmad Khalil Al Sattari mengungkapkan, walaupun Bangsa Palestina diusir dari tanah airnya, mereka selalu ingat identitas mereka. Sementara itu, petinggi-petinggi Israel mengatakan orang tua akan mati dan pemuda Palestina akan lupa.

"Tetapi kenyatannya terbalik. Bapak Ibu kami mengajarkan segala sesuatu tentang Palestina. Guru-guru kami juga mengajarkan tentang Palestina, sejarah dan geografinya. Ibu menceritakan kami dari desa Ramlah, saya tidak pernah mengunjunginya. Setiap orang Palestina pasti megetahui asal usul mereka dari daerah mana," ungkapnya.

Israel selalu memberikan tekanan fisik dan mental kepada Bangsa Palestina, termasuk saat ini penghentian aliran listrik dan air ke wilayah Palestina.

"Upaya Israel memboikot listrik dan air tujuannya adalah untuk mengusir kami. Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben-Gvir secara terang-terangan menyatakan bahwa Israel akan menjajah Lebanon dan Suriah kemudian mendirikan pemukiman di kedua negara itu," terangnya.

Saat peristiwa Nakbah, Israel dengan mudahnya menyerang desa-desa Palestina hingga hampir seluruh desa dan kota Palestina jatuh ke tangan Israel.

"Bayangkan, milisi-milisi Israel menyerang kota dan desa dengan pesawat dan artileri. Dalam sekejap mereka membunuh rakyat Palestina, dan menguasai 78 persen tanah Palestina," jelasnya.

Mantan Dubes Palestina untuk Ghana ini mengungkapkan bahwa saat ini seluruh rakyat Palestina kompak untuk bersatu menyelesaikan krisis di Jalur Gaza dan Tepi Barat.

"Kami di Gaza dan Tepi Barat adalah saudara. Kami saling merasakan penderitaan  dan akan bekerjasama menyelesaikannya," pungkasnya.

 

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Mushab Muuqoddas

Tags

Rekomendasi

Terkini

X