SENAYANPOST - Penumpang kereta KRL yang terdiri dari sekelompok wanita tengah jadi perhatian di sosial media, khususnya Thread.
Pasalnya kelompok penumpang kereta KRL wanita tersebut, kerap memberikan respon tak menyenangkan pada penumpang KRL lainnya.
Bahkan sejumlah warganet menjuluki kelompok penumpang kereta KRL wanita tersebut, dengan julukan 'Geng Preman'.
Apalagi diketahui, kelompok penumpang kereta KRL wanita 'Geng Preman' tersebut, diklaim telah 12 tahun menguasai gerbong KRL.
Hal tersebut diketahui, dari utas yang dibagikan di akun Thread @momz_grow_alpha.
Dalam utas tersebut, ia memperlihatkan kelompok wanita yang kerap bersama saat menaiki KRL dari stasiun Depok Lama.
Rupanya para wanita tersebut, kerap menandai kursi KRL dengan tas agar bisa bergabung dengan teman-temannya.
"Stadela (Depok Lama) Kereta Dipo jam 7. Kanan, kiri I genkz solid nih tempat berdiri buat nunggu aja di tek in tas. War yasah, mari kita lihat apakah ngewar tempat duduk pun mereka sampai rebahan supaya temannya bisa dapat duduk?," tanyanya.
Bahkan diketahui geng tersebut sudah ada sejak 12 tahun lalu.
Hal itu diperkuat oleh komentar warganet dengan akun @y**i.oct**iaa.
"Akhirnya ada yang berani speak up juga ya setelah 12 tahun mungkin lebih udah berlalu. Tapi yaudah toh Bojonggede juga udah ada kereta balik walaupun orang-orang Depok atau Citayam udah ngikut balik juga hahaha," ujarnya.
Tak hanya itu, dalam utas lain terdapat sebuah video yang memperlihatkan percakapan dari geng tersebut.
Di mana memperlihatkan bahwa kelompok tersebut, kerap membicarakan penumpang lain di gerbong tersebut.
Artikel Terkait
Viral Penumpang KRL Kehilangan Tumbler, Ini Kata Bos KAI
Kesaksian Penumpang KRL Bekasi Timur: Cooler Bag ASI Lindungi Korban dari Benturan Material Kereta
Cerita Penumpang KRL di Stasiun Bekasi Timur: Saat Balik Badan Keretanya Terhantam KA Argo Bromo
Usai Kecelakaan KRL Line Cikarang di Stasiun Bekasi Timur, Penumpang Mulai Curhat Merasakan Trauma
Detik-detik Penumpang KRL Pergoki Pria Sembunyi di Bawah Peron Stasiun Kebayoran, Diduga Targetkan Pengguna Gerbong Perempuan