"Biasanya aku pasti KRL kawal bawa dia, karena dia suka naik kereta," tambah Nureqi.
Pada sore hari ketika dirinya bersama sang anak hendak pulang ke rumah, Nureqi sempat menanyakan kembali keinginan sang anak.
"Aku kasih pertanyaan, Kamu mau naik apa punya? naik kereta atau mobil? Terus dia bilang Mama naik mobil aja," terangnya.
"Aku ulang sampai 3 kali akhirnya naik mobil," sebut Nureqi.
Nureqi lantas mengakui kejanggalan tentang keinginan sang anak itu menjadi penyelamat mereka di hari yang sama, saat kecelakaan maut terjadi di Stasiun Bekasi Timur.
"Biasanya anak ini nangis minta naik kereta, tapi hari itu berbeda," tuturnya.
"Ini pertama kalinya dia tidak pernah nangis gini, biasanya salim terus bilang 'hati-hati Mama'," tukas Nureqi.***
Artikel Terkait
Kesaksian Penumpang KRL Bekasi Timur: Cooler Bag ASI Lindungi Korban dari Benturan Material Kereta
Cerita Penumpang KRL di Stasiun Bekasi Timur: Saat Balik Badan Keretanya Terhantam KA Argo Bromo
Karyawan Alice Norin Jadi Penumpang di KRL yang Terlibat Tabrakan di Bekasi Timur
Dirut KAI Bobby Rasyidin Blak-blakan Ungkap Alasan Penempatan Gerbong Perempuan di Ujung Rangkaian KRL
Usai Kecelakaan KRL Line Cikarang di Stasiun Bekasi Timur, Penumpang Mulai Curhat Merasakan Trauma