Luapan Emosi Ayah usai Anaknya Jadi Korban Dugaan Aniaya di Little Aresha, Sebut 3 Kali Opname hingga Pertumbuhan Terhambat

photo author
Hanggi Martyas Laksono, Senayan Post
- Rabu, 29 April 2026 | 22:19 WIB
Penuturan orang tua korban di Daycare Little Aresha, Yogyakarta di tengah pengusutan kasus penganiayaan anak (Instagram.com/@undercover.id / @pandanganjogja)
Penuturan orang tua korban di Daycare Little Aresha, Yogyakarta di tengah pengusutan kasus penganiayaan anak (Instagram.com/@undercover.id / @pandanganjogja)

SENAYANPOST - Belum selesai kisruh yang terjadi usai terungkapnya kasus dugaan penganiayaan anak, di tempat penitipan anak atau daycare Little Aresha, Yogyakarta.

Seperti diketahui, kasus ini bermula dari adanya laporan mantan karyawan daycare itu ke Polresta Yogyakarta, yang merasa tindakan para pengasuhan kepada anak-anak tidak manusiawi.

Laporan tersebut lantas ditindaklanjuti oleh polisi yang menggerebek lokasi tempat penitipan anak itu di Kawasan Sorosutan, Umbulharjo, pada Jumat, 24 April 2026 lalu.

Kini, para orang tua dari anak-anak yang diduga menjadi korban penganiayan itu menumpahkan kesedihan sekaligus kegeraman terhadap para terduga pelaku.

Baca Juga: Gaji Pengasuh di Daycare Little Aresha, 1 Orang Asuh 10 Bayi

Terlebih, besar harapan mereka atas keadilan yang ditegakkan sehingga para pelaku dihukum seberat mungkin atas kasus yang dialami buah hati tercinta.

Hal itu disampaikan saat para orang tua korban turut menghadiri konferensi pers, di Markas Kepolisian Resor Kota (Polresta) Yogyakarta.

Terlihat dalam unggahan Instagram @pandanganjogja, pada Rabu, 29 April 2026, Sukirman sebagai salah satu orang tua korban mendesak pihak kepolisian, untuk mengusut dengan serius kasus kekerasan di daycare Little Aresha.

"Siapa pun orang di belakangnya, negara tidak boleh takut pada penjahat-penjahat seperti ini," ujar Sukirman.

Dalam penuturannya, Sukirman mengaku sebelumnya menitipkan anaknya di daycare itu, dengan tujuan agar dapat diasuh dengan penuh kasih sayang dan pendidikan sesuai dengan usianya.

"Kami bayar mahal juga di sekolah itu. Harapannya anak kami mendapatkan pendidikan dan perilaku yang baik seperti diajari orang tuanya," bebernya.

Kendati demikian, Sukirman menyesali adanya dugaan praktik kejam seperti pengikatan hingga penganiayaan yang selama ini dialami anaknya di daycare tersebut.

"Namun nyatanya kami melihat sendiri anak kami diikat, anak kami ditelanjangi," ungkapnya.

Sukirman menuturkan, sebelumnya sang anak sudah 3 kali opname atau dirawat ke rumah sakit sejak dititipkan di Daycare Little Aresha.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Hanggi Martyas Laksono

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X