SENAYANPOST - Momentum libur lebaran ternyata menjadi kesempatan baik bagi para pemudik atau pelancong untuk memboyong buah tangan khas dari daerah setempat. Sebagai dampaknya, toko oleh-oleh pun mengalami lonjakan pengunjung, bahkan hingga beberapa kali lipat dibanding hari-hari normal.
Salah satunya dirasakan toko oleh-oleh Aneka Sari Rasa di Kota Bandar Lampung. Sejak Hari Raya Idulfitri yang jatuh pada Sabtu (21/3/26), toko tersebut nyaris tidak pernah sepi pengunjung dan area parkir pun selalu dipadati kendaraan.
Di dalam toko, pengunjung terlihat memborong buah tangan khas Lampung, seperti keripik pisang, kerupuk kemplang, hingga sambal khas Lampung.
Supervisor Toko Aneka Sari Rasa, Arya Astawan, mengungkapkan bahwa tingkat kunjungan selama libur Lebaran tahun ini meningkat signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Namun, ia tidak merinci angka pasti kenaikan omzet maupun jumlah pengunjung.
Baca Juga: Efek Mudik dan Lebaran, Ekonomi Kuartal I 2026 Berpotensi Melesat hingga 5,5 Persen
"Yang memengaruhi peningkatan kunjungan ini karena banyak pemudik dari Jabodetabek yang datang ke Lampung," jelas Arya, seperti dikutip Kamis (26/3/26).
Bahkan menurutnya, ada kemungkinan toko oleh-olehnya akan semakin ramai di sisa pekan ini. Pasalnya, berkaca dari situasi di tahun-tahun sebelumnya, pelancong asal Sumatra Selatan umumnya akan berbondong-bondong berkunjung ke Lampung menjelang akhir masa libur lebaran.
Situasi serupa juga terjadi di pusat oleh-oleh Purnama Jati di Kabupaten Jember, Jawa Timur. Sejak H+1 Idulfitri, toko ini seolah-olah tidak pernah sepi pengunjung dari pagi hingga malam. Para pengunjung umumnya memburu kudapan khas seperti prol tape serta kacang edamame.
Amalia, salah satu pegawai Purnama Jati, mengakui bahwa tokonya mengalami kenaikan pengunjung secara signifikan setelah Hari Raya Idulfitri dibanding hari-hari biasanya. Adapun menurutnya, mayoritas pengunjung merupakan pelancong yang berasal dari luar Jember yang penasaran dengan oleh-oleh khas wilayah tersebut.
Baca Juga: Orang Singapura Heran, Kok Bisa Harga BBM di Singapura Melonjak Tapi di Indonesia Tidak?
"Kenaikannya cukup signifikan. Sebagai gambaran, jika kami biasanya menerima 30 pengunjung di hari biasa, mungkin di masa mudik dan libur lebaran kali ini kami bisa menerima hingga 100 pengunjung per hari,” tutur Amalia.
Manfaatkan Momentum untuk Promosi Produk Lokal
Sementara itu, para pengunjung mengaku sengaja memanfaatkan momentum pulang kampung dan libur Lebaran untuk memborong oleh-oleh. Alasannya pun beragam, mulai dari dibagikan kepada kerabat hingga memperkenalkan produk unggulan khas daerah.
Salah satunya Vivi, pengunjung toko oleh-oleh Purnama Jati yang juga merupakan warga asli Jember. Pada periode pulang kampung kali ini, ia mengaku membeli beberapa bungkus kopi asal Jember untuk dibagikan kepada rekan-rekan kerjanya di Jakarta.
Artikel Terkait
Mudik Gratis untuk Mekanik dan Bengkel Rekanan Mobil Lubricants
Puncak Mudik 18 Maret, Jasa Marga Siapkan Sistem One Way dan Contraflow di Tol Trans-Jawa
Bukan Pakai Tali, Ikatan Sarung ala Suami ke Istrinya saat Mudik Lebaran 2026 Jogja-Demak
Viral Keluhan Seorang Ibu Mudik Naik Bus AC, Bawa Anak Kecil tapi Sopir dan Penumpang Merokok di Perjalanan
Efek Mudik dan Lebaran, Ekonomi Kuartal I 2026 Berpotensi Melesat hingga 5,5 Persen