Keluhan Guru yang Harus Pindahkan Makanan MBG dari Kantong SPPG ke Plastik, Bisa Mengurangi Jam Mengajar

photo author
Hanggi Martyas Laksono, Senayan Post
- Kamis, 5 Maret 2026 | 19:20 WIB
Guru memindahkan menu MBG dari tote bag sebelum dibagikan ke siswa (Instagram/suhardiayim - jeng_saraz)
Guru memindahkan menu MBG dari tote bag sebelum dibagikan ke siswa (Instagram/suhardiayim - jeng_saraz)

SENAYANPOST - Pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama bulan Ramadan tengah jadi sorotan, selain menu kering MBG viral karena dianggap tidak sesuai dengan aturan harga per porsi untuk penerima manfaat.

Keluhan juga dilayangkan oleh sejumlah guru dan orang tua murid, dalam beberapa video viral juga berkaitan dengan makanan tak layak untuk dikonsumsi, seperti buah yang mulai busuk atau roti yang berjamur.

Kini tak hanya soal menu, keluhan datang dari peraturan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang meminta lagi kantong MBG saat dibagikan kepada siswa.

Seorang guru di Blitar, Jawa Timur membagikan video saat para guru di sekolahnya mengajar harus memindahkan makanan dari kantong SPPG ke plastik sebelum dibagikan kepada siswa.

Baca Juga: Viral Menu MBG Bekasi Barat Hanya Roti dan Pisang, Orang Tua Siswa Komplain Tak Ada Pengelola yang Menemui

“Ini kalau muridnya banyak, gurunya juga kerja di MBG,” tulisnya dalam keterangan video yang diunggah lewat akun Instagram @jeng_saraz.

Menurutnya, waktu mengajar guru jadi berkurang karena harus membantu memindahkan makanan dari kantong ke plastik.

“Kayak gini kan menambah pekerjaan guru, waktunya ngajar malah bungkusin MBG. Terus apa gunanya dikasih tas kantong ini?” imbuhnya.

“Niatnya kan hemat plastik, ini (kantong) harusnya dikasih 2 biar satunya dianter terus dikembalikan, satunya buat anak-anak biar nggak bolak-balik,” lanjutnya dalam video.

Video lainnya juga diunggah oleh akun Instagram @suhardiayim, menunjukkan sejumlah guru bersama-sama memindahkan makanan dari kantong ke plastik baru.

“Semula kantong bertuliskan SPPG sampai ke sekolah kantongnya minta dikembalikan, kecil kemungkinan kantong kembali 100 persen, akhirnya pihak sekolah mengusulkan agar dikasih kantong plastik yg biasa digunakan untuk gula,” tulisnya dalam caption.

“Permintaan ini dipenuhi, namun pihak sekolah jadi lebih repot lagi harus mengganti kantong tersebut, anehnya lagi beberapa hari kemudian diulang lagi prilaku yang sama,” lanjutnya.

Dalam aturan Badan Gizi Nasional (BGN), pembagian makanan menggunakan tote bag atau kantong yang dibuat dua warna untuk memudahkan distribusi.

Sebelumnya, Kepala BGN Dadan Hindayana juga pernah menyatakan bahwa MBG saat Ramadan menggunakan kantong yang harus dikembalikan ke sekolah dan diisi dengan menu keesokan harinya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Hanggi Martyas Laksono

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X