"Mau nyuci harus langsir, mau mandi langsir, semua langsir," sambungnya.
Sebelumnya, sejumlah warga di Aceh Tamiang kota sempat mengungkapkan saat ini mereka mengalami krisis air minum.
Warga mengatakan bahwa dulu masih banyak bantuan air bersih yang datang, tapi kini mulai berkurang.
Baca Juga: Gotong Royong dengan Masyarakat di Aceh, TNI Bersihkan Rumah Warga hingga Sekolah dari Lumpur
Penanganan Pemulihan Air Bersih di Aceh
Menurut catatan Kementerian Pekerjaan Umum (PU), kerusakan infrastruktur air minum akibat bencana di Provinsi Aceh cukup luas.
Pasalnya, sebanyak 52 Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) telah terdampak, yang tersebar di 11 kabupaten dan kota di wilayah provinsi tersebut.
Total kapasitas air yang terganggu mencapai 2.151 liter per detik, sehingga mengancam pasokan air bersih bagi masyarakat.
Hingga kini, penanganan dilakukan secara bertahap dengan berbagai pihak terkait.
Tak hanya dari pemerintah, tim relawan dari berbagai organisasi juga telah membangun beberapa sumur bor agar masyarakat dapat memenuhi kebutuhan air bersih.***
Artikel Terkait
Viral ASN di Aceh Kocar-kacir Gegara Razia Satpol PP, Diduga Gegara Ngopi saat Jam Kerja
Viral Petani di Aceh Utara Lanjut Tanam Padi Meski Lumpur Sawah Setinggi Pinggang Orang Dewasa
Gotong Royong dengan Masyarakat di Aceh, TNI Bersihkan Rumah Warga hingga Sekolah dari Lumpur
TNI dan Warga Gotong Royong Membersihkan Lumpur di Sekolah Pascabanjir Aceh Tamiang
TNI Bangun 15 Jembatan Perintis, Buka Kembali Akses Desa Terisolasi di Aceh