Lebih lanjut, mereka tak mengira banjir akhir November 2025 itu tak segera surut sampai berhari-hari.
"Kami pikir hari itu udah kiamat, karena biasanya kan satu hari, besoknya udah surut airnya. Ini berhari-hari," sambungnya.
"3 hari 4 malam kami basah kuyup, nggak ada ganti-ganti baju. Udah kembung perutnya, udah lemah berangin," tuturnya lagi.
Aceh Masih dalam Status Tanggap Darurat
Sementara itu, Provinsi Aceh untuk keempat kalinya Gubernur Muzakir Manaf atau Mualem kembali menetapkan perpanjangan status tanggap darurat bencana hidrometeorologi Aceh selama 7 hari.
Baca Juga: Gotong Royong dengan Masyarakat di Aceh, TNI Bersihkan Rumah Warga hingga Sekolah dari Lumpur
Penetapan masa tanggap darurat tersebut terhitung sejak tanggal 23 hingga 29 Januari 2026.
Kebijakan diambil usai para Bupati dari Aceh Tamiang, Aceh Utara, Pidie Jaya masih memerlukan penanganan darurat pascabanjir.
Adapun 773 warga Pidie Jaya yang terdampak banjir bandang akhir November 2025 lalu akan segera menempati hunian sementara (huntara).
Jumlah tersebut merupakan data dari tahap pertama yang akan menempati huntara menurut BNPB.***
Artikel Terkait
Viral ASN di Aceh Kocar-kacir Gegara Razia Satpol PP, Diduga Gegara Ngopi saat Jam Kerja
Viral Petani di Aceh Utara Lanjut Tanam Padi Meski Lumpur Sawah Setinggi Pinggang Orang Dewasa
Gotong Royong dengan Masyarakat di Aceh, TNI Bersihkan Rumah Warga hingga Sekolah dari Lumpur
TNI dan Warga Gotong Royong Membersihkan Lumpur di Sekolah Pascabanjir Aceh Tamiang
TNI Bangun 15 Jembatan Perintis, Buka Kembali Akses Desa Terisolasi di Aceh