SENAYANPOST - Sebagian publik di media sosial sedang ramai menyoroti kasus yang dialami seorang guru honorer di SDN 21 Desa Pematang Raman, Muaro Jambi, Tri Wulansari yang sempat merazia rambut siswa di sekolahnya.
Dalam kasus ini, Tri dilaporkan ke polisi hingga ditetapkan sebagai tersangka setelah memotong rambut seorang siswa yang menolak saat razia pada Rabu, (8/1/26) lalu. Kini, Tri mengadukan ihwal kasus tersebut saat rapat bersama Komisi III DPR RI di Gedung Parlemen, Jakarta, pada Selasa, (20/1/26).
"Dan jika saya tidak bisa mengajar lagi di SD itu, saya pun ikhlas," ungkap Tri sambil terisak tangis.
Di hadapan Ketua Komisi III DPR RI, Habiburokhman, Tri menjelaskan razia dilakukan karena siswa telah diperingatkan untuk menghitamkan rambut sebelum masuk sekolah. Berdasarkan penuturan Tri, dari 4 siswa yang masih berambut pirang, 3 siswa menurut, sementara 1 siswa dari kelas 6, menolak.
Baca Juga: Terjemahan Lirik Lagu Such A Funny Way, Sabrina Carpenter, Sindir kekasih yang Putus Nyambung
Saat terjadi adu mulut, Tri mengaku sempat menampar mulut siswa tersebut satu kali secara refleks. Peristiwa itu berbuntut panjang setelah orang tua siswa melaporkan Tri ke Polsek Kumpeh Ulu.
"Jawaban mereka, 'kami mau berdiskusi dengan keluarga dulu', besok pagi diberikan keputusannya," terang Tri.
Meski berbagai upaya mediasi telah dilakukan pihak sekolah, Dinas Pendidikan, hingga PGRI, laporan tak dicabut. Kasus tersebut, kemudian ditangani Polres Muaro Jambi.
Tri Wulansari: Suami Saya Ditahan 3 Bulan
Buntut dari kasus ini, Tri serta suaminya ditetapkan sebagai tersangka pada Rabu, (28/5/25) lalu. Tri pun menjalani wajib lapor, sementara suaminya ditahan sejak Selasa, (28/10/25).
Baca Juga: Lirik Lagu Such A Funny Way, Sabrina Carpenter, Bonus Track di Album Man’s Best Friend
"Jadi, suami saya sudah ditahan dari 28 Oktober (2025), hampir 3 bulan, Pak," sebut Tri.
Guru asal Jambi itu lantas mengakui dirinya telah berulang kali meminta maaf, termasuk mendatangi rumah orang tua siswa pada Minggu, (12/1/25).
Selain itu, Tri sempat menyatakan kesediaan berhenti mengajar demi menyelesaikan masalah. Kendati demikian, hingga kini belum ada keputusan damai dari pihak pelapor.
"Kalau dari pihak Bupati, memang sudah banyak membantu, tapi memang tidak ada penyelesaiannya seperti apa," ungkap Tri. *
Artikel Terkait
Guru SD di Bogor Beri Bocoran Soal Ujian sampai Nilai Bagus ke Murid yang Ikut Lesnya, Orang Tua Demo
Tetap Sopan Meski Diejek, Remaja Disabilitas Ingatkan Oknum Diduga Guru yang Merundungnya
Menkeu Purbaya Tambah DAU Rp7,66 Triliun untuk THR dan Gaji ke 13 Guru ASN Daerah
Viral Guru di Pidie Jaya Menangis Tak Bisa Selamatkan Laptop dari Banjir Bandang: Bukan Berapa Mahalnya, tapi Datanya
Jembatan Bailey di Aceh Tengah Dibangun, Guru yang Sempat Viral Naik Tali Sling Bagikan Kabar Terbaru Desa Bah