"Sekarang nggak sekolah, kena banjir juga. (Seragam) nggak ada, hanyut," tambahnya.
Kondisi di Desa Pante Kera pun penuh dengan kayu-kayu dan lumpur bekas banjir yang mulai mengendap.
Desa Pante Kera Masih Terisolir, Kirim Bantuan dengan Kapal Nelayan
Desa Pante Kera yang ada di Kecamatan Simpang Jernih ini memiliki kondisi geografis yang menantang, termasuk aliran sungai besar yang memisahkan beberapa desa.
Masyarakat sering menggunakan rakit untuk menyeberangi sungai, sama halnya dengan relawan yang akan masuk ke wilayah Desa Pante Kera.
Menurut keterangan dalam video lainnya, warga Desa Pante Kera juga masih membutuhkan bantuan logistik, air bersih, obat, pakaian, perlengkapan ibadah, bahkan akses kelistrikan.
"Mereka lebih dari satu bulan ini pakai genset yang hanya hidup di malam hari dan itu pun satu genset dibagi satu desa," tulis keterangan pada caption unggahan.
Sementara akses ke Desa Pante Kera harus ditempuh menggunakan kapal nelayan selama lebih dari satu jam menyusuri sungai.***
Artikel Terkait
Kesaksian Anak Aceh Tamiang: Banjir Datang Cepat Seperti Tsunami Sungai
Langsung ke DPR dan Mendagri, Menkes Ngeluh Mahalnya Tiket Pesawat ke Aceh: Murah Kirim Tim Medis Lewat Malaysia
Jalan Darat Putus Akibat Banjir, Anak-Anak di Aceh Tengah Rela Lewat Jembatan Rusak hingga Turun ke Sungai Demi ke Sekolah
Jembatan Bailey di Aceh Tengah Dibangun, Guru yang Sempat Viral Naik Tali Sling Bagikan Kabar Terbaru Desa Bah
Minta Tolong Lewat Medsos, Influencer King Abdi Curhat soal Kebutuhan Warga Aceh Tamiang usai Banjir Bandang