Salah satu warga lainnya menambahkan bahwa masih banyak toko yang belum buka, jadi tak bisa membeli air minum untuk dikonsumsi.
“Kami air yang krisis. Beli belum ada yang buka kedai,” tambahnya.
Ia mengatakan dulu banyak orang yang melintas mampir untuk memberi bantuan air minum, tapi sekarang sudah berkurang.
“Dulu banyak orang-orang motoran dikasih, sekarang udah kurang bantuan airnya. Sekarang nggak ada lagi,” imbuhnya.
Warga tersebut membenarkan bahwa sekarang ini banyak bantuan air minum yang dikirim ke pelosok dan daerah kota sudah tidak mendapatkannya lagi.***
Artikel Terkait
Cerita Warga Dusun Lelabu Aceh Tengah saat Banjir Bandang dan Tanah Longsor Melanda, 4 Jam Mendayung Sampan ke Takengon Selamatkan Diri
Durian Ketol Asal Aceh yang Beredar di Pasar, Ternyata Diangkut Kuli Penyeberang Jembatan Seharga Rp2000 per Buah
Andalkan Tali Sling, Sejumlah Desa di Kecamatan Ketol Aceh Tengah Masih Terisolir Pascabanjir Bandang dan Longsor
Tanpa Baju Seragam, Anak-anak Aceh Tamiang Tetap Semangat di Hari Pertama Sekolah
BNPB Sempat Perkirakan Rp150 Juta, Sumur Bor di Aceh Ini Justru Dibuat Hanya Rp15 Juta dari Bantuan Warga