Hambatan utama perbaikan masih berupa medan menuju desa yang masih sulit untuk dijangkau.
Akses jalan pun bisa berubah di lapangan jika longsor kembali terjadi di tanah yang masih labil ditambah turunnya hujan.
Sementara itu, data Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah mengungkapkan bahwa masih ada 41 dari 295 perkampungan warga yang terisolasi karena sulit dijangkau dengan akses jalan darat.
Lebih lanjut, dari 41 desa tersebut, ada 3 desa yang akses jalannya bisa ditembus hanya dengan jalan kaki, yakni Serule, Atu Payung, dan Jamur Konyel yang ada di Kecamatan Bintang.
Bantuan untuk ketiga desa tersebut sampai saat ini hanya bisa disalurkan melalui jalur udara dan danau.
Update Korban Banjir Sumatera
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per Minggu sore, 28 Desember 2025, mencatat total korban banjir dan longsor di Sumatera sebanyak 1.140 orang.
Warga yang masih dinyatakan hilang sebanyak 163 orang dan sekitar 399 ribu lainnya mengungsi.
Total kerusakan rumah akibat banjir ada sekitar 166.743 unit, dengan rincian 53.514 rumah rusak berat, 41.899 rusak sedang, dan 71.330 rumah mengalami kerusakan ringan.***
Artikel Terkait
Sebagian Warga Tamiang Hulu di Aceh Tamiang Krisis Air Bersih, Sisa Banjir Dipakai Mencuci Peralatan Makan
Warga Gayo Lues Aceh Beri Durian dan Manggis untuk TNI yang Kirim Bantuan Logistik: Jumlahnya Banyak Sekali
Curhat Warga Desa Suka Jadi Aceh Tamiang Kehilangan Rumah Akibat Banjir Bandang: Lemari dan Tempat Tidur Nggak Ada Wujudnya
Masih Terisolir, Bantuan ke Desa Pasir Gayo Lues di Aceh Harus Seberangi Sungai Berarus Deras hingga Meniti Jembatan Tali
Pulang-Pergi 5 Jam, Warga Takengon Aceh Rela Jalan Kaki ke Bener Meriah untuk Beli Sembako