Demi mendapatkan logistik tersebut, warga Takengon harus pulang-pergi jalan kaki selama 5 jam.
"Perginya 2 jam, pulang 3 jam karena bawa barang kan. 5 Jam pulang pergi, setiap hari kalau saya," imbuhnya.
Membutuhkan waktu yang cukup lama dan berjalan kaki, warga berharap akses jalan dan transportasi akan segera pulih.
"Mudah-mudahan cepat selesai jalannya kan," sambungnya.
Tak hanya untuk membeli logistik, sebagian warga juga membawa hasil panennya untuk dijual.
Seperti buah nanas yang dibawa dan ditawarkan saat bertemu orang-orang di perjalanan.
Saat ini, akses menuju Takengon terus diperbaiki oleh pemerintah dan pihak terkait agar bisa memudahkan mobilitas.
Tak hanya untuk aktivitas jual beli warga, tetapi juga distribusi bantuan logistik ke wilayah yang sempat terisolir.***
Artikel Terkait
Warga Desa Babo Aceh Tamiang Sebulan Hidup dalam Gelap Gulita: Butuh Lilin, Listrik Belum Nyala
Sebagian Warga Tamiang Hulu di Aceh Tamiang Krisis Air Bersih, Sisa Banjir Dipakai Mencuci Peralatan Makan
Warga Gayo Lues Aceh Beri Durian dan Manggis untuk TNI yang Kirim Bantuan Logistik: Jumlahnya Banyak Sekali
Masih Ada Warga Terisolir, Bener Meriah Aceh Perpanjang Masa Darurat hingga Distribusi Bantuan Logistik Belum Merata
Curhat Warga Desa Suka Jadi Aceh Tamiang Kehilangan Rumah Akibat Banjir Bandang: Lemari dan Tempat Tidur Nggak Ada Wujudnya